Bukan Sekadar Makanan, Program MBG Investasi Cerdas untuk Jangka Panjang

AKURAT.CO Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, disebut sebagai program investasi cerdas untuk mendongkrak perekonomian jangka panjang.
Pandangan ini disampaikan Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI, Noudhy Valdryno, saat menyampaikan perkembangan dari pelaksanaan program tersebut.
Valdryno mengatakan, program MBG sudah berusia setengah tahun, sejak diluncurkan secara resmi pada tanggal 6 Januari 2025. Dampak program ini pun secara nyata sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca Juga: Gelar Temu Ilmiah Nasional 2025, Persagi Kawal Program Makan Bergizi Berkesinambungan
"Berkat dukungan masyarakat, hingga minggu lalu program ini telah menjangkau lebih dari 7 juta penerima manfaat. Hampir satu setengah kali total penduduk dari Singapura, negara tetangga kita, dan membuka hampir 100 ribu lapangan kerja langsung," ujar Valdryno dalam siaran YouTube BGN, dikutip Selasa (15/7/2025).
"Inilah contoh nyata semangat zero hunger, dan komitmen terhadap school meals, a smart investment in people and planet," sambungnya.
Dia menegaskan, progam MBG bukan sekadar makanan. Melainkan sebagai jalan untuk mendongkrak kemajuan melalui sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
Baca Juga: Penerima Manfaat Makan Bergizi Gratis Hampir Tembus 7 Juta Orang di Awal Juli 2025
"Kita percaya program ini bukan tentang sekedar makanan, ini adalah jembatan menuju akses pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pembangunan ekonomi jangka panjang," ujarnya.
Sebagaimana semangat Presiden Prabowo, Valdryno menegaskan, anak-anak adalah aset bagi masa depan Indonesia emas. Maka pemerintah akan berupaya memastikan setiap anak tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya
"For every child, every right. Termasuk hak atas gizi yang cukup, pendidikan yang layak, dan masa depan yang lebih baik. Itulah visi besar pemerintah menciptakan generasi emas 2045," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









