Gelar Temu Ilmiah Nasional 2025, Persagi Kawal Program Makan Bergizi Berkesinambungan

AKURAT.CO Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) menggelar Temu Ilmiah Nasional (TIN) 2025 bertajuk Kemandirian Ahli Gizi Mengawal Program Makan Bergizi Berkesinambungan di Jakarta, pada 11-12 Juli 2025.
Pada hari pertama, pembukaan diisi oleh sambutan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. Kemudian Keynote Speech dan dilanjutkan dengan membuka resmi acara TIN oleh Ketua Komite III DPD, Filep Wamafma.
Selain itu, acara hari pertama juga diisi dengan penyampaian berbagai materi oleh delapan narasumber yang kredibel dan kompeten.
Baca Juga: Tak Sekedar Memberi Makan, Program MBG Bertujuan Membentuk Budaya Makan Sehat
Yakni Materi 1: Best Practice School Meal Program: The Important of Education Program oleh Nita Yulianis; Materi 2: Penyelenggaraan Makanan di Beberapa Negara oleh Pungkas Bajuri Ali; Materi 3: Standar Gizi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Pemenuhan Gizi Kelompok Sasaran oleh Lovely Daisy; Materi 4: Peran Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam Pengawasan Keamanan MBG oeh Sondang Widya Estikasari; Materi 5: Ultra Processing Food yang Aman dan Bergizi oleh Purwiyatno Hariyadi; Materi 6: Best Practice: School Lunch in Japan oleh Naomi Aiba.
Kemudian Materi 7: Peran GAIN dalam Mendukung MBG: Studi Food Waste oleh Agnes A. Mallipu; dan Materi 8: MBG dan Stunting oleh Doddy Izwardy.
Pada hari kedua acara akan dilanjutkan simposium dengan berbagai macam materi dan narasumber.
Baca Juga: Command Center MBG, Teknologi AI untuk Awasi Gizi Anak Berkebutuhan Khusus
Acara ini berangkat dari kesadaran bahwa kesehatan dan gizi yang optimal merupakan hak dasar bagi setiap individu. Terutama bagi kelompok rentan pada anak-anak, ibu hamil, menyusui dan balita.
Dampak status gizi bila tidak diperhatikan dapat menimbulkan masalah pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak.
Oleh karena itu, penyediaan makanan bergizi menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas generasi muda Indonesia.
Baca Juga: Program MBG Tetap Jalan Selama Liburan Sekolah, Tersedia Paket Siap Santap dan Kemasan
Namun, masalah dan perkembangan status gizi masyarakat di Indonesia sampai saat ini belum menggembirakan.
Hasil SSGI 2022, menyatakan 21,6 persen anak di Indonesia stunting, yang menurut kriteria WHO tergolong tinggi, walaupun angka ini sudah menurun dibanding tahun 2021 sebesar 24,4 persen.
Status gizi dan kesehatan ibu hamil masih sangat memprihatinkan. Hampir separuh ibu hamil menderita anemia gizi, sebagai salah satu faktor tingginya prevalensi bayi dengan berat bayi lahir rendah.
Baca Juga: Program MBG Jangkau 5,5 Juta Penerima Manfaat, PCO: Gizi Anak Terbukti Meningkat
Dalam rangka pemenuhan gizi nasional, saat ini pemerintah telah melakukan upaya untuk mengatur tata kelolo konsumsi yang aman dan bergizi bagi masyarakat yang dalam pelaksanaannya secara terencana dan sistematis dengan tata kelola yang baik telah dibentuk Badan Gizi Nasional.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan upaya pemerintah untuk menanggulangi masalah gizi kurang (malnutrisi) yang masih menjadi tantangan bagi pemerintah dan para pemerhati program tersebut.
Program ini bertujuan untuk memberikan akses terhadap makanan yang sehat dan bergizi secara gratis, dengan harapan dapat memperbaiki status gizi serta meningkatkan prestasi dan kesejahteraan kelompok penerima manfaat.
Baca Juga: Pemkab Bogor Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis, Minta Penambahan Dapur MBG
Beberapa pemerhati program tersebut terus berupaya mengikuti perkembangan dengan beberapa kajian agar penerima manfaat menerima makanan dalam keadaaan aman.
Tata kelola dan manajemen yang baik merupakan fondasi penting dalam memastikan bahwa program berjalan sesuai dengan prinsip dan kaidah penyelenggaraan makanan.
Hal ini mencakup perencanaan yang matang, pelaksanaan yang sesuai dengan prosedur, pengawasan dan evaluasi yang efektif, serta adaptasi terhadap tantangan yang muncul selama program berjalan.
Baca Juga: Bukti Nyata Program MBG di Kota Baubau: Anak Makan Gratis, Ibu Jadi Juru Masak
Tanpa manajemen penyelenggaraan makanan yang baik dan kesalahan dalam distribusi, kuat, penyalahgunaan dana hingga penurunan kualitas pelayanan akan semakin besar termasuk ketidakamanan pangan yang disajikan, untuk itu diperlukan ahli gizi yang akan bekerja secara profesional untuk menyediakan pangan yang bergizi dan aman.
Kemandirian ahli gizi dalam mengawal program makan bergizi berkesinambungan menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif sesuai sasaran program yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional.
Terkait dengan hal ini, Persagi telah menetapkan standar kompetensi bagi anggota yang diharapkan dapat mengantisipasi permasalahan gizi yang terjadi di masyarakat terutama pada program makan bergizi gratis bersama stakeholder lainnya.
Pada saat ini, terdapat sekitar 53.314 anggota Persagi (per April 2025), yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan dan profesi.
Hal ini merupakan potensi yang besar apabila setiap anggota mempunyai kompetensi, komitmen, melek etika dan hukum dan kemandirian dalam menerapkan ilmu dan keterampilannya mengikuti perkembangan iptek dan digital informasi, serta program pemerintah.
Penguatan kompetensi dan keilmuan profesi diperlukan bagi seluruh profesi gizi yang bekerja dalam upaya perbaikan gizi individu dan masyarakat serta pengembangan gizi di Indonesia.
Dalam mendukung program pemerintah selanjutnya Persagi akan menyusun policy brief yang merupakan hasil dari Temu Ilmiah Nasional Persagi tahun 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








