Bukti Nyata Program MBG di Kota Baubau: Anak Makan Gratis, Ibu Jadi Juru Masak

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak di sekolah.
Para ibu yang bekerja sebagai juru masak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pun turut merasakan dampak program MBG.
Ditemui di Dapur MBG Kota Baubau, satu SPPG yang sudah beroperasi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Ibu Astuti mengungkapkan kegembiraannya dapat ikut serta menyiapkan menu makan untuk anak-anak.
"Saya senang sekali dapat ikut kerja di sini," ucap ibu tiga anak itu dengan mata berkaca-kaca, dikutip Senin (16/6/2025).
Baca Juga: Mendes Dorong Dana Desa Fokus ke Ketahanan Pangan, Suplai Bahan Program MBG
Sebelum bergabung di Dapur MBG, Ibu Astuti tidak memiliki pekerjaan tetap.
Anak bungsunya masih duduk di bangku SD menjadi penerima manfaat sejak Dapur MBG Kota Baubau beroperasi dua bulan lalu.
Hal tersebut dirasa sangat meringankan bebannya yang selama beberapa tahun terakhir menjadi orangtua tunggal bagi tiga anak.
Pengalaman serupa juga diceritakan Ibu Yati, warga Sorawolio, Kota Baubau.
Baca Juga: Program MBG Disambut Antusias, Jaro Ade: Masyarakat Merasakan Manfaatnya
Di sela kesibukannya membagi porsi MBG dalam nampan aluminium, dia mengaku beraktivitas sejak dini hari hingga pagi menjelang siang.
"Saya kerja dari subuh. Biasanya pagi jam 10-an sudah selesai. Jadi, pekerjaan ini tidak terlalu berat," kata ibu dua anak itu.
Sementara, Said yang duduk di bangku kelas 3 SD Karya Baru, Baubau, mengungkapkan kegirangannya karena menu telur dadar kesukaannya disajikan dalam setangkup roti.
Ditambah satu jeruk dan susu kemasan yang selalu ditunggu-tunggu sebagai menu rutin Hari Jumat selama beberapa pekan MBG berjalan di sekolahnya.
Baca Juga: Menu Lokal MBG di NTT Disukai Anak-anak, Bisa Jadi Contoh Bagi Rumah Tangga
"Saya suka menunya, sehat karena cita-cita saya ingin jadi tentara seperti Bapak Presiden Prabowo," ujarnya.
Lain lagi dengan Tasya, teman sekelas Said, yang mengaku lebih menyukai menu dengan lauk ayam yang disajikan.
"Saya sangat suka dengan MBG karena masakannya enak-enak," ujarnya.
Berbagai pengalaman tersebut diketahui usai Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, bersama Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Isra Ramli, meninjau dan membagikan langsung MBG.
Baca Juga: Pakai Bahan Baku Lokal, Program MBG di Sumba Barat Daya Bangkitkan Ekonomi Warga
Kunjungan mereka untuk memastikan MBG, sebagai program hasil terbaik cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, berjalan baik sejak dilaksanakan awal tahun ini.
Menurut Deputi I PCO, MBG merupakan investasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki kebutuhan gizi bagi anak di Indonesia.
"Jadi, program makan bergizi gratis ini adalah program presiden yaitu investasi untuk memperbaiki gizi anak Indonesia, dan alhamdulillah untuk di Kota Baubau ini sudah berjalan," kata Isra.
Dia menjelaskan, di Kota Baubau saat ini telah tersedia dua SPPG.
Baca Juga: Ibu Hamil di Sumba Rasakan Manfaat MBG, Dulu kalau Sarapan Seadanya
Tetapi jumlah tersebut masih belum memenuhi kebutuhan, yang mana Kota Baubau telah ditetapkan memiliki 16 Dapur MBG.
"Alhamdulillah, untuk Kota Baubau saat ini ada dua dapur dan tadi kita sudah mengunjungi salah satunya di Kecamatan Sorawolio yang sudah berjalan sejak Februari, di mana sudah melayani 3.500 anak di 29 sekolah yang ada di Kecamatan Sorawolio," jelasnya.
Isra mengungkapkan, Pemerintah Kota Baubau harus secepatnya membangun lebih 10 dapur lagi agar bisa memeratakan Program MBG di seluruh wilayah.
Dalam kesempatan itu, dia melihat ada pemberdayaan dilakukan oleh petugas SPPG dengan mempekerjakan masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Sorawolio itu sendiri.
Baca Juga: Kadin Gandeng Pengusaha Prancis, Target Bangun 1.000 Dapur Program MBG
"Yang bekerja di situ para ibu-ibu atau masyarakat yang ada di sekitaran. Ada sekitar 47 orang tadi yang ikut bekerja di situ, dan itu luar biasa sekali. Jadi, anaknya dapat makan, ibunya dapat pekerjaan," ujarnya.
Isra juga mengapresiasi petugas SPPG Baubau yang memberlakukan standardisasi dalam menjalankan mekanisme MBG, mulai dari kebersihan, layanan, hingga pengantaran makanan.
"Petugas SPPG sudah dilatih secara serius, mereka punya standar sendiri dan menurut saya itu sudah sangat bagus. Alhamdulillah sampai sekarang di kota Baubau tidak ada cerita miring, tidak ada cerita keracunan, tidak ada bahan baku yang rusak dan macam- macam," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








