Akurat

Ternyata Teror Bom Pesawat Saudia Airlines Dikirim oleh Ini

Fajar Rizky Ramadhan | 18 Juni 2025, 12:11 WIB
Ternyata Teror Bom Pesawat Saudia Airlines Dikirim oleh Ini

 

AKURAT.CO Pesawat Saudia Airlines SV-5726 yang tengah mengangkut 442 jemaah haji dari Jeddah ke Jakarta harus mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, Selasa (17/6/2025). Penyebabnya adalah teror bom yang dikirimkan oleh pihak anonim melalui e-mail.

Ancaman tersebut pertama kali diterima oleh PT Angkasa Pura dan langsung dilaporkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. E-mail itu mengandung pernyataan bahwa pesawat akan diledakkan oleh pengirim yang tak dikenal identitasnya.

“Ancaman bom yang dikirimkan oleh orang yang tidak dikenal melalui surat elektronik (e-mail) pada pukul 07.30 WIB,” kata Kabag Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Endah Purnama Sari.

Pesawat yang membawa 207 jemaah laki-laki dan 235 jemaah perempuan itu semula dijadwalkan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Namun begitu mendapat kabar ancaman, otoritas Bandara Soetta langsung mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC) sebagai pusat kendali penanggulangan keadaan darurat.

Baca Juga: Ancaman Bom di Pesawat Saudia Airlines Tujuan Jakarta, Penerbangan Dialihkan ke Kualanamu

Komite Keamanan Bandara Soetta segera dikumpulkan di ruang EOC dan melakukan koordinasi intensif untuk menangani potensi bahaya tersebut. Di tengah situasi itu, pilot memutuskan untuk mengalihkan rute ke Medan demi keselamatan seluruh penumpang.

“Pilot in Command (PIC) menginformasikan kepada petugas Air Traffic Controller JATSC untuk memutuskan divert (mengalihkan penerbangan) yang semula menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta berpindah ke Bandar Udara Kualanamu di Medan untuk penanganan lebih awal,” lanjut Endah.

Pesawat mendarat dengan selamat di Kualanamu pada pukul 10.55 WIB. Seluruh penumpang segera dievakuasi, dan tim penjinak bahan peledak (jihandak) langsung melakukan penyisiran di dalam pesawat guna memastikan tidak ada benda mencurigakan.

Hingga kini, identitas pelaku pengirim e-mail masih dalam penyelidikan aparat. Meski tak ditemukan bahan peledak di pesawat, ancaman ini tetap ditangani serius sebagai bagian dari protokol keamanan penerbangan dan keselamatan jemaah haji.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.