Teror Bom di Sekolah Internasional, Komisi I DPR Usul Peningkatan Deteksi Dini Nomer Luar Negeri

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk penguatan sistem deteksi dini terhadap nomor internasional yang masuk ke jaringan nasional, khususnya yang berpotensi digunakan untuk tindakan kriminal.
Hal ini menanggapi teror bom yang terjadi di dua sekolah internasional, yakni Jakarta Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang dan Mentari Intercultural School di Bintaro, yang melibatkan penggunaan nomer dari Nigeria. Di mana peneror meminta tebusan uang sampai aset kripto.
Selain itu, dia juga mengusulkan peningkatan kerja sama lintas negara dalam pelacakan sumber ancaman digital, sebab, peristiwa tersebut sangat mengganggu ketenangan publik.
"Peristiwa tersebut tidak hanya mengganggu ketenangan publik, tetapi juga menyoroti tantangan nyata dalam pengawasan lalu lintas digital lintas negara," kata dia dalam keterangannya, Kamis (9/10/2025).
Baca Juga: Bom Sisa Perang Dunia II Dijinakkan di Hong Kong, Ribuan Warga Dievakuasi
Sebelumnya, Polres Tangerang Selatan bersama tim penjinak bom (jibom) Detasemen Gegana Polda Metro Jaya, menyisir dua sekolah internasional yang mendapatkan pesan teror bom. Hasilnya, nihil ditemukan bahan peledak di dua sekolah tersebut.
"Bersama dengan tim dari Jibom Gegana Brimob Polda Metro Jaya, kita juga bekerja sama dengan Direktorat Siber Polda Metro Jaya dan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, melakukan olah TKP. Untuk Jibom Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran, pengamanan, puji Tuhan Alhamdulillah hasilnya juga tidak ditemukan bahan peledak atau bom dan sejenisnya," kata Kapolres Tangsel, AKBP Victor Inkiriwang, kepada wartawan.
Dua sekolah yang mendapatkan teror itu adalah Jakarta Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dan Mentari Intercultural School di Bintaro. Kedua sekolah itu mendapatkan pesan teror bahwa di sekolahnya terdapat bom.
"Pada saat pesan tersebut dikirimkan pada pagi hari, namun kemudian di Jakarta Nanyang School itu diketahui pada pagi hari. Untuk di Mentari Intercultural School itu diketahui pada siang hari," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya








