Akurat Logo

DPR: Keselamatan 386 WNI di Iran Tak Bisa Ditawar, Pemerintah Harus Bertindak!

Paskalis Rubedanto | 17 Juni 2025, 12:22 WIB
DPR: Keselamatan 386 WNI di Iran Tak Bisa Ditawar, Pemerintah Harus Bertindak!

AKURAT.CO Eskalasi militer antara Israel dan Iran sejak 13 Juni 2025 memicu kekhawatiran luas, termasuk dari parlemen Indonesia.

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, mendesak Pemerintah agar segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, saat ini terdapat 386 WNI di Iran, mayoritas merupakan pelajar dan mahasiswa. Sebanyak 258 orang berada di kota Qom dan sekitar 90 orang tinggal di Teheran, sementara sisanya tersebar di kota-kota lain.

“Keselamatan 386 WNI yang kini berada di zona konflik—terutama mahasiswa di Qom dan Teheran—harus menjadi prioritas. Pemerintah, melalui Kemenlu dan KBRI Teheran, harus segera meningkatkan status kewaspadaan dan membuka jalur evakuasi aman,” tegas Syamsu Rizal yang akrab disapa Deng Ical, Selasa (17/6/2025).

Deng Ical mendesak agar Kementerian Luar Negeri, TNI, dan lembaga terkait segera membentuk satuan tugas evakuasi (task force) khusus, serta menyiapkan moda transportasi darat atau udara ke negara-negara netral, sebelum eskalasi konflik meluas.

“Saya juga dorong agar komunikasi darurat dipastikan aktif 24 jam, agar setiap WNI bisa melaporkan keberadaan, kondisi, dan kebutuhan mereka secara real-time,” kata politisi PKB asal Sulawesi Selatan itu.

Baca Juga: Puan Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan WNI di Tengah Konflik Iran-Israel

Ia juga menyarankan agar Pemerintah menjalin koordinasi intensif dengan negara-negara tetangga dan mitra diplomatik untuk bantuan logistik serta izin transit jika dibutuhkan dalam proses evakuasi.

“Situasinya sangat berbahaya. Keselamatan WNI tidak bisa ditawar. Pemerintah harus bertindak cepat dan terukur,” ujarnya.

Deng Ical menyoroti bahwa momentum ini menjadi ujian awal bagi implementasi UU TNI yang telah direvisi pada 2025, di mana salah satu mandat baru yang diberikan kepada TNI adalah perlindungan terhadap WNI di luar negeri.

“Pemerintah harus memiliki rencana kontinjensi yang jelas dan memastikan komunikasi aktif dengan para WNI di wilayah terdampak. Jangan tunggu hingga situasi benar-benar memburuk,” imbuhnya.

Sementara itu, ketegangan antara Israel dan Iran semakin memanas. Serangkaian serangan udara Israel menghantam berbagai fasilitas penting di Iran, termasuk instalasi nuklir dan infrastruktur militer.

Diperkirakan 224–406 orang tewas, termasuk ilmuwan nuklir dan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel, menyebabkan puluhan korban jiwa serta ratusan luka-luka.

Dengan ancaman konflik regional yang semakin nyata, Deng Ical memperingatkan bahwa dampak kemanusiaan dan geopolitik dari konfrontasi ini tidak boleh dianggap remeh.

Baca Juga: Retret Kepala Daerah Gelombang II Digelar 22 Juni, Wamendagri: Jangan Ada yang Lupa Hak dan Kewajibannya!

“Langkah cepat dan antisipatif adalah keharusan. Pemerintah Indonesia harus hadir, bukan hanya sebagai pelindung warganya, tapi juga sebagai bagian dari suara internasional untuk mendorong perdamaian,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.