Akurat Logo

Puan Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan WNI di Tengah Konflik Iran-Israel

Ahada Ramadhana | 17 Juni 2025, 12:08 WIB
Puan Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan WNI di Tengah Konflik Iran-Israel

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta Pemerintah Indonesia untuk terus memantau dan memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik Iran dan Israel, menyusul eskalasi militer antara kedua negara tersebut.

Ia menegaskan bahwa perlindungan WNI harus menjadi prioritas utama.

“Pemerintah harus selalu memastikan keselamatan WNI kita, khususnya yang tinggal di wilayah terdampak seperti Teheran dan Tel Aviv. Jika evakuasi memungkinkan, perlu ada kerja sama dengan komunitas internasional untuk memfasilitasi hal tersebut,” ujar Puan dalam keterangan persnya, Senin (16/6/2025).

Puan juga mengecam serangan Israel terhadap Iran yang dinilainya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional. Ia mendesak Israel untuk segera menghentikan agresi militer.

“Serangan Israel kepada Iran melanggar kedaulatan suatu negara dan tidak sesuai dengan hukum internasional,” tegasnya.

“Aksi militer harus segera dihentikan. Perang hanya meninggalkan luka, terutama bagi warga sipil, perempuan, dan anak-anak,” tambah Puan.

Baca Juga: Retret Kepala Daerah Gelombang II Digelar 22 Juni, Wamendagri: Jangan Ada yang Lupa Hak dan Kewajibannya!

Ia juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk lebih aktif dalam menekan kedua belah pihak agar menempuh jalur diplomasi dan perdamaian.

Lebih lanjut, Puan meminta Pemerintah Indonesia mulai memetakan serta melakukan mitigasi atas potensi dampak konflik terhadap dalam negeri, khususnya di sektor ekonomi.

Ia menyoroti kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak dunia yang bisa mempengaruhi neraca perdagangan Indonesia.

“Jika konflik berlanjut, bukan tidak mungkin harga minyak dunia kembali menyentuh angka 100 dolar AS per barel. Pemerintah harus menyusun langkah-langkah antisipatif,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional dalam menjaga pasokan energi dan stabilitas harga di pasar domestik.

“Pemerintah perlu proaktif dalam melakukan mitigasi agar gejolak geopolitik di Timur Tengah tidak memicu gejolak ekonomi di dalam negeri,” tegas mantan Menko PMK itu.

Puan turut mengimbau WNI yang masih berada di Israel dan Iran untuk tetap waspada dan menjaga komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di masing-masing negara.

“KBRI harus hadir secara aktif membantu pemenuhan kebutuhan WNI yang mungkin terjebak atau mengalami kesulitan di wilayah konflik,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta masyarakat Indonesia untuk menunda perjalanan ke wilayah terdampak, termasuk ke Israel dan Palestina, meski dengan tujuan ziarah keagamaan.

Baca Juga: Ramalan Weton Selasa Kliwon: Watak Kepribadian, Karier, dan Asmara

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Ikuti rekomendasi resmi dari pemerintah terkait larangan atau penundaan perjalanan ke wilayah konflik,” kata Puan.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, terdapat 386 WNI di Iran, sebagian besar pelajar yang menetap di kota Qom.

Sementara itu, 187 WNI tercatat berada di Israel, mayoritas tinggal di wilayah Aravah.

Sebanyak 42 WNI diketahui terjebak di Tel Aviv saat sedang melakukan perjalanan ziarah setelah Bandara Ben Gurion ditutup akibat situasi yang memanas.

Kementerian Luar Negeri memastikan perwakilan Indonesia di Yordania tengah memberikan asistensi agar puluhan WNI tersebut dapat keluar dari Israel melalui jalur darat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.