Akurat

Gelar Reuni Akbar Perdana, Alumni STAI Sadra Jakarta Solid Kokohkan Masa Depan Bersama

Fajar Rizky Ramadhan | 31 Mei 2025, 21:24 WIB
Gelar Reuni Akbar Perdana, Alumni STAI Sadra Jakarta Solid Kokohkan Masa Depan Bersama

AKURAT.CO Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sadra Jakarta dalam gelaran reuni akbar alumni perdana yang mengangkat tema "Merajut Kembali Benang Silaturahmi, Membangun Masa Depan Bersama" pada Sabtu (31/5/2025) di Kampus STAI Sadra Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 80-an alumni lintas angkatan, keluarga alumni, sejumlah dosen dan staff, serta turut diramaikan dengan berbagai agenda menarik seperti hiburan, bazar UMKM, zona bermain anak (Kids Zone), serta pemilihan ketua alumni.

Ketua Panitia, Dede Jery Adrian, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa reuni ini berangkat dari kerinduan banyak alumni untuk kembali bertemu dan memperkuat jalinan kebersamaan.

Ia menuturkan bahwa inisiatif ini lahir dari aspirasi bersama para alumni yang merasa perlu adanya wadah yang mampu memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi antarsesama lulusan STAI Sadra.

"Alhamdulillah, terima kasih banyak atas kehadiran teman-teman semua. Reuni ini adalah momentum untuk mengingat kembali perjalanan kita, sekaligus merenungkan peran kita terhadap almamater tercinta," tutur Jery.

Baca Juga: Reuni Naysilla Mirdad dan Titi Kamal, Film Tabayyun Tayang 8 Mei 2025

Ia juga membagikan pengalamannya pascalulus dari Sadra dan bagaimana institusi ini menjadi batu loncatan penting dalam kehidupan profesional para alumninya, dari yang berprofesi sebagai akademisi, da'i kondang, hingga pebisnis sukses.

Hal senada disampaikan oleh Ketua STAI Sadra Jakarta, Otong Sulaeman, yang turut hadir memberikan sambutan. Ia menekankan bahwa sistem pendidikan tinggi kini telah berubah secara fundamental dengan diterapkannya pendekatan Outcome-Based Education (OBE), di mana kurikulum didesain berdasarkan kebutuhan mahasiswa agar mereka siap menghadapi dunia kerja setelah lulus.

“Dalam konteks pendidikan tinggi hari ini, tidak ada lagi konsep mantan mahasiswa. Setelah lulus mahasiswa memiliki keterikatan dengan instansinya. Ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk para alumni, untuk terus menjadi bagian dari ekosistem pengembangan institusi,” tutur Otong.

Sementara itu, Direktur Hikmat Al-Mustafa, Hossein Mottaghi, turut menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran alumni sebagai bagian dari sejarah dan masa depan STAI Sadra.

Baca Juga: Orasi Ilmiah Wisuda STAI Sadra, Prof Abdul Mustaqim Tegaskan Moderasi Beragama Kunci Kerukunan Umat Menuju Indonesia Emas 2045

“Hari ini akan dicatat sebagai hari yang istimewa dalam perjalanan STAI Sadra. Kalian adalah generasi awal yang telah mengukir jejak di tengah masyarakat. Perjalanan kalian tidak berakhir dengan kelulusan, justru dimulai dari sana,” ungkapnya.

Acara reuni ini juga menjadi ruang nostalgia sekaligus refleksi mendalam bagi para dosen, seperti yang disampaikan Kholid Al-Walid, Deputi Perguruan Tinggi Hikmat Al-Mustafa, yang menyapa para alumni dengan hangat. Ia menyebut para alumni sebagai anak-anak dan cucu-cucu yang telah menyinari dunia dengan prestasi dan kontribusi masing-masing.

“Kalian adalah cahaya-cahaya Sadrian yang sekarang telah tersebar. Apa pun kondisi kalian hari ini, kami tetap bangga. Ini adalah rumah kalian. Datanglah, berbagi cerita dan semangat kepada adik-adik kalian yang masih menempuh pendidikan di sini,” tutur Kholid penuh haru.

Baca Juga: Wisuda 138 Mahasiswa, STAI Sadra Jakarta Apresiasi Sejumlah Mahasiswa Berprestasi

Dalam puncak acara, dilakukan pula pemilihan ketua alumni yang diharapkan dapat menjadi penghubung antaralumni dan membawa misi besar dalam mempererat jejaring profesional serta kontribusi sosial lulusan STAI Sadra di masa mendatang.

Kandidat atas nama Miftah Rozaq terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) STAI Sadra masa khidmat 2025-2029 setelah mengalahkan kandidat lain atas nama Fahmi. Miftah meraih suara sebanyak 38 suara, sementara Fahmi sebanyak 8 suara.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.