Bekerja Sambil Sekolah, Rafly Anak Samarinda Kini Punya Harapan Baru Berkat Sekolah Garuda

AKURAT.CO Sekolah Garuda yang baru saja diresmikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi menghidupkan asa siswa-siswi berprestasi bisa kuliah ke luar negeri, meski dalam kondisi ekonomi terbatas.
Muhammad Rafly Alifa Taqwa, salah satu siswa Kelas 12 SMAN 10 Samarinda yang sekolahnya kini bertransformasi jadi Sekolah Garuda, menaruh harapan itu di dalam hatinya.
Bagi Rafly, Sekolah Garuda mengembalikan cita-cita dan harapannya yang sempat pupus karena kondisi ekonomi keluarga.
Baca Juga: Program Sekolah Garuda Dorong Anak Guru Mengaji Wujudkan Mimpi Kuliah di Jerman
Ia mengisahkan berasal dari latar belakang keluarga yang sederhana secara ekonomi.
Pada tahun 2017, perusahaan tempat ayah Rafly bekerja bangkrut sehingga kehilangan pekerjaan. Hal itu membuat kondisi ekonomi keluarganya sulit.
"Tetapi itu tidak membuat saya berhenti untuk menggapai cita-cita saya. Dari semasa saya SMP, saya tetap berusaha yang terbaik dan berhasil mendapat prestasi di berbagai kejuaraan," katanya.
Baca Juga: Melalui Sekolah Garuda, Guru Berharap Anak Tidak Mampu Bisa Kuliah di Luar Negeri
Setelah lulus SMP, Rafly berhasil diterima di SMAN 10 Samarinda yang merupakan salah satu sekolah unggulan.
Demi mengurangi beban ekonomi keluarga, dia pun mencoba bekerja paruh waktu sebagai tutor privat untuk anak-anak SD di lingkungan rumahnya.
"Saya sempat pesimis dengan kondisi saya, tetapi saya berpikir kalau saya pesimis dan tidak melakukan apa-apa, maka saya tidak akan jadi apa-apa. Maka dari itu saya mengambil banyak langkah, saya tetap belajar giat dan bekerja paruh waktu," jelas Rafly.
Baca Juga: Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda dalam Kacamata Pendidikan Islam
Di tahun 2024, ayah Rafly didiagnosis kanker usus dan meninggal dunia pada 2025. Kepergian sang ayah menjadi pukulan berat bagi Rafly. Harapannya menggapai cita-cita memudar lagi.
"Kondisi itu sangat memberikan saya pukulan dan perasaan pesimis itu datang lagi. Saya berpikir apa yang akan saya hadapi ke depannya dengan kondisi seperti ini dengan ekonomi seperti ini dan ketidakhadiran ayah saya," tuturnya.
Namun, melihat ibu dan keluarganya, Rafly meyakinkan diri bahwa tidak boleh menyerah. Kini, harapan kembali muncul setelah sekolahnya terpilih bertransformasi menjadi Sekolah Garuda. Ia juga mencoba mendapatkan beasiswa demi mendapatkan peluang berkuliah ke luar negeri.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Garuda di Konawe Bawa Harapan Baru bagi Warga Sekitar
"Saya juga mendapatkan informasi seperti beasiswa Garuda, walaupun mungkin masih dikaji ke depannya bagaimana tetapi itu sudah membuat saya senang bahwa saya mendapatkan peluang untuk bisa mendapat pendidikan di luar negeri," ujar Rafly.
Sekolah Garuda merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Sekolah ini berfokus pada pengembangan talenta di bidang sains dan teknologi di Indonesia.
Sekolah Garuda menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis science, technology, engineering and mathematics atau STEM.
Baca Juga: Kenalkan Sekolah Garuda di SMA Pradita Dirgantara, AHY Optimis Masa Depan Indonesia Makin Baik
Tujuan utama Sekolah Garuda adalah menyiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing dan melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas terbaik, baik di dalam maupun luar negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









