Akurat

57 Persen Wilayah Indonesia Sudah Masuk Musim Kemarau

Mukodah | 13 Mei 2025, 13:53 WIB
57 Persen Wilayah Indonesia Sudah Masuk Musim Kemarau

AKURAT.CO Analisis klimatologis yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 57,7 persen wilayah Indonesia memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2025.

"Berdasarkan analisis klimatologis BMKG, hingga periode April-Juni 2025, sebanyak 57,7 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau," bunyi keterangan resmi BMKG, Selasa (13/5/2025).

Wilayah yang tercatat telah mengalami awal musim kemarau meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara.

Baca Juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Pendek, Ini Penyebabnya

Sementara, sebagian wilayah lainnya masih berada dalam masa peralihan musim atau pancaroba.

Ditandai dengan cuaca cerah atau terik pada pagi hingga siang hari dan potensi hujan lokal pada sore hingga malam hari.

Berdasarkan hasil pengamatan curah hujan dalam tiga hari terakhir, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Musim Kemarau di Zaman Rasulullah SAW, Sampai Mengancam Kehidupan

Beberapa wilayah yang mencatat curah hujan lebat antara lain Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 115,3 milimeter per hari; Banten 103,0 milimeter per hari; dan Bali 121,4 milimeter per hari.

"Sementara itu, hujan berintensitas sedang teramati di sejumlah wilayah lainnya. Meliputi sebagian besar kawasan di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua," tulis BMKG.

Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang bersifat fluktuatif dan dapat berubah secara tiba-tiba, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah antisipatif guna memitigasi potensi dampak cuaca ekstrem.

Baca Juga: 10 Desa di Karawang Krisis Air Bersih Gegara Kemarau

Langkah tersebut mencakup pemeliharaan kondisi kesehatan, pemenuhan kebutuhan cairan tubuh. Serta pembatasan aktivitas luar ruang yang terpapar langsung sinar matahari, terutama pada periode siang hari.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan dan menerapkan pengelolaan air secara hemat, khususnya di wilayah yang telah mulai terdampak kondisi musim kemarau.

Di sisi lain, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang juga perlu diwaspadai, khususnya pada siang hingga malam hari di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Kebakaran Gunung dan TPA Sampah Jangan Terulang di Musim Kemarau

"BMKG merekomendasikan agar masyarakat terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan tetap menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika cuaca dan iklim yang terus berkembang," demikian BMKG.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK