Akurat

Menko PMK Minta Pemda Waspadai Potensi Bencana Jelang Tahun Baru

Ahada Ramadhana | 30 Desember 2025, 19:15 WIB
Menko PMK Minta Pemda Waspadai Potensi Bencana Jelang Tahun Baru

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, mengimbau kepada semua daerah dari Kepala Daerah, BPBD, bersama masyarakat untuk melakukan orkestrasi kesiapsiagaan selama masa nataru dan peralihan tahun.

Akhir tahun ini memiliki tantangan yang sangat berat. Selain masih berlangsungnya penanganan bencana di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan, potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia.

Untuk itu dia menekankan, pentingnya kesiapsiagaan ekstra seluruh daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah menjelang pergantian tahun.

Baca Juga: Sekolah di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Mulai Belajar 5 Januari 2026

"Peralihan tahun kali ini sungguh membutuhkan perhatian ekstra luar biasa bagi kita semua. Saya tahu bapak ibu semua bekerja tanpa libur, siaga 24 jam, selalu standby dan sigap merespons segala tantangan. Terima kasih atas kerja keras yang luar biasa ini," kata Pratikno dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).

Hal ini tidak hanya berlaku bagi daerah yang saat ini terdampak bencana, tetapi juga bagi wilayah-wilayah lainnya yang berpotensi terdampak. Menurutnya, pemantauan kondisi cuaca dan kesiapan sumber daya harus dilakukan secara berkelanjutan.

"Di luar wilayah yang sedang terdampak bencana, saya sangat mengharapkan bapak ibu untuk terus waspada. Waspada memonitor kondisi cuaca, selalu standby menyiapkan kesiapsiagaan infrastruktur, personel, dan pasukan agar jika terjadi sesuatu kita bisa merespons sangat cepat," jelasnya.

Selain kesiapsiagaan internal daerah, dia juga menekankan pentingnya solidaritas dan sinergi antardaerah dalam penanganan bencana. Daerah yang tidak terdampak bencana, diminta terus memberikan dukungan nyata kepada wilayah yang tengah menghadapi bencana.

"Mohon dukungan dan bantuannya untuk penanganan saudara-saudara kita di daerah yang mengalami bencana. Ini tolong untuk dilanjutkan. Sambil kita waspada secara internal, kita juga membantu daerah terdampak agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat," tuturnya.

Pratikno menjelaskan pemulihan pascabencana saat ini telah mencakup perbaikan infrastruktur dan distribusi logistik, juga pemulihan konektivitas transportasi, jaringan telekomunikasi, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Anggaran Pemulihan Bencana Sumatera Capai Rp59,25 Triliun, Terbesar untuk Aceh

Dia juga menyoroti pentingnya percepatan pemulihan pelayanan pendidikan menjelang dimulainya semester baru pada awal Januari 2026.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti informasi resmi BMKG dan BNPB, serta memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Dia juga mengajak masyarakat untuk menunjukkan empati dan solidaritas kepada para korban bencana, termasuk dengan merayakan pergantian tahun secara sederhana.

"Di tengah situasi prihatin, diimbau kepada masyarakat untuk rayakan tahun baru dengan cara sederhana, yang lebih bermakna, dengan doa bersama dan solidaritas untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.