Sekolah di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Mulai Belajar 5 Januari 2026

AKURAT.CO Pemerintah memastikan kegiatan pembelajaran bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan kembali dimulai 5 Januari 2026.
Selama masa transisi pemulihan, siswa diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar tanpa mengenakan seragam maupun sepatu sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muti, mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan meski dalam kondisi terbatas.
“Selama proses ini kami melakukan beberapa kegiatan untuk memastikan bahwa anak-anak dapat belajar. Pembelajaran kita rencanakan dimulai pada 5 Januari yang akan datang,” ujar Abdul Muti dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Abdul Muti menjelaskan, kesiapan pembelajaran di tiga provinsi tersebut disusun berdasarkan data lapangan yang dihimpun langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama dinas pendidikan provinsi serta kabupaten/kota setempat.
Berdasarkan data sementara, total sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 4.149 unit.
Rinciannya, Aceh 2.756 sekolah, Sumatera Barat 443 sekolah, dan Sumatera Utara 950 sekolah.
Baca Juga: Direktorat PAI Teguhkan Pendidikan Agama Islam sebagai Investasi Peradaban Bangsa Sepanjang 2025
Dari jumlah tersebut, sekolah yang telah kembali beroperasi di Aceh mencapai 2.226 unit atau sekitar 81 persen, Sumatera Barat 380 sekolah atau 86 persen, dan Sumatera Utara 902 sekolah atau 95 persen.
Secara keseluruhan, sekitar 85 persen sekolah di wilayah terdampak telah dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.
“Masih ada 54 sekolah yang belum bisa kita gunakan karena kerusakan yang sangat serius. Bahkan sebagian sekolah sudah rusak total sehingga pembelajaran harus dilakukan di tenda,” ungkap Abdul Muti.
Untuk mendukung kelangsungan pendidikan, pemerintah telah menyiapkan 54 tenda sekolah, dengan rincian 14 unit di Aceh, 21 unit di Sumatera Barat, dan 19 unit di Sumatera Utara.
Selain itu, terdapat 587 sekolah yang masih dalam proses pembersihan pascabanjir, terdiri dari 516 sekolah di Aceh, 42 di Sumatera Barat, dan 29 di Sumatera Utara.
“Sekolah-sekolah yang masih dalam proses pembersihan ini membutuhkan waktu lebih lama karena tingkat kerusakan dan dampak banjir yang cukup berat,” jelasnya.
Abdul Muti menegaskan, meskipun pembelajaran kembali dimulai pada 5 Januari 2026, pelaksanaannya tidak harus berlangsung normal seperti sebelum bencana.
“Anak-anak tetap bisa belajar meskipun dengan kondisi yang berbeda-beda. Mereka tidak harus belajar secara normal, artinya boleh tidak memakai seragam, boleh tidak memakai sepatu, dan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Ia menambahkan, kurikulum pembelajaran di wilayah terdampak bencana juga akan dirancang secara khusus agar lebih adaptif terhadap kondisi psikologis dan sosial para siswa selama masa pemulihan.
Baca Juga: Gregoria Mariska Tunjung Sering Absen karena Vertigo, Penguncian Rankingnya Disetujui BWF
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










