Akurat

Ini Pesan Mendikdasmen untuk Guru dan Siswa Korban Bencana Sumatera

Herry Supriyatna | 7 Desember 2025, 15:02 WIB
Ini Pesan Mendikdasmen untuk Guru dan Siswa Korban Bencana Sumatera

AKURAT.CO Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengajak seluruh warga sekolah untuk bangkit dan memulihkan ekosistem pendidikan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pascabencana banjir dan longsor.

“Kita harus bangkit dan tetap semangat. Ini bencana yang tidak kita kehendaki, tetapi sebagai orang beriman kita harus tabah sambil terus berupaya melakukan yang terbaik,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025).

Ia menyampaikan, Kemendikdasmen telah mengalokasikan lebih dari Rp5,7 miliar sebagai bantuan operasional bagi satuan pendidikan terdampak di Sumbar.

Sebelumnya, Abdul Mu’ti meninjau langsung kondisi SMP Negeri 1 Tanjung Raya yang terdampak banjir. Ia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

“Semoga para korban yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga diberikan kesabaran,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mendikdasmen menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 22 perwakilan sekolah dari berbagai jenjang. Besaran bantuan operasional meliputi:

Baca Juga: Desakan Evaluasi Kinerja Menteri Kehutanan Meningkat Usai Bencana di Sumatera

  • PAUD: Rp10 juta

  • SD: Rp15 juta

  • SMP: Rp20 juta

  • SMA/SMK: Rp25 juta

Penyaluran bantuan akan diverifikasi bersama pemerintah daerah untuk memastikan keakuratan data sekolah terdampak.

Bantuan tahap awal juga mencakup 1.500 paket school kit, 100 paket family kit untuk guru, paket sembako, serta 25 tenda sekolah darurat. Dua tenda telah berdiri dan dipakai sebagai ruang belajar sementara.

Selain itu, Kemendikdasmen menyalurkan santunan bagi guru dan siswa terdampak:

  • Guru meninggal: Rp10 juta (6 orang)

  • Guru dirawat: Rp5 juta (4 orang)

  • Siswa meninggal: Rp5 juta (20 orang)

  • Siswa dirawat: Rp2 juta

Total santunan dan bantuan pengobatan mencapai Rp293 juta.

Fasilitas tambahan berupa satu perangkat Starlink, lebih dari seribu paket sembako, dan 500 paket makanan ringan juga disalurkan untuk mendukung pembelajaran serta kebutuhan warga sekolah.

“Bantuan ini bagian dari upaya percepatan pemulihan pendidikan di Sumatera Barat. Kami berharap pembelajaran tatap muka bisa segera berjalan kembali meskipun dalam kondisi darurat,” jelas Abdul Mu’ti.

Di sela kunjungan, sejumlah siswa kelas XII menyampaikan kekhawatiran menjelang SNPMB. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa proses seleksi masih cukup panjang.

“Sekarang yang utama adalah memastikan siswa tetap dapat belajar dan menyelesaikan semester. Sekolah bisa menyesuaikan pola belajar, termasuk sistem shift,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa proses belajar untuk jenjang SD dan SMP sementara diliburkan karena hampir seluruh kecamatan terdampak.

Baca Juga: SEA Games: Tim Bulutangkis Putri Indonesia Amankan Tiket Semifinal, Libas Myanmar 3-0

Evaluasi lanjutan akan menentukan pola pembelajaran berikutnya, terutama bagi siswa yang akan menghadapi ujian.

Penyaluran bantuan ini menunjukkan komitmen Kemendikdasmen untuk hadir secara nyata dalam pemulihan pendidikan di wilayah terdampak.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa gotong royong dan kepedulian bersama menjadi fondasi utama kebangkitan pendidikan di Sumatra Barat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.