Akurat

Temui Prabowo, Wakil PM Malaysia: Rezeki Tak Pernah Salah Alamat

Atikah Umiyani | 22 April 2025, 16:53 WIB
Temui Prabowo, Wakil PM Malaysia: Rezeki Tak Pernah Salah Alamat

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kehormatan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi, di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid tiba di Istana Merdeka Jakarta, pukul 15.40 WIB, yang disambut langsung oleh Presiden Prabowo dengan hangat. Keduanya pun sempat menyapa awak media dan menunjukkan momen keakraban.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya sudah berteman lama dengan Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid. Bahkan, pertemanan tersebut sudah berlangsung sejak masa muda.

"Ini kawan lama, kawan lama sekali, dari masa muda," ucap Prabowo.

Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia Sore

Setelah itu, Presiden Prabowo dan Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid kemudian memasuki ruang Jepara untuk melakukan pertemuan bilateral. Sebelum memulainya, Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid menyebut bahwa rezeki tidak pernah salah alamat.

Ungkapan tersebut ditujukan kepada Prabowo yang akhirnya bisa memenangkan pemilu dan menjadi Presiden RI, walaupun harus menunggu waktu yang lama.

"Kami ingin kasih tahu, bahwa rezeki tidak pernah salah alamat," ucap Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid.

Sebagai informasi, pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wakil PM Malaysia yang sudah tiba di Tanah Air sejak Minggu, 20 April 2025.

Sebelumnya, Wakil PM Malaysia Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi, juga sudah mengunjungi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, yang turut didampingi oleh Menko Polkam, Menko PMK, Menteri Agama, serta Menteri Kelautan dan Perikanan.

Pertemuan tersebut menjadi ajang untuk membahas sejumlah isu penting dan menghasilkan berbagai kesepakatan strategis antara kedua negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.