Bukan Klaim Politik, Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2025 Bukti Kerja Keras Semua Pihak

AKURAT.CO Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan kelancaran arus mudik Lebaran 2025 bukan semata-mata klaim politik, tetapi merupakan hasil nyata dari kerja keras berbagai pihak di lapangan.
Hal ini menanggapi kritik kepada dirinya yang sebelumnya menyatakan bahwa arus mudik Lebaran tahun ini lancar. Di mana sejumlah pihak menuduh dirinya hanya memoles kinerja Polri. Padahal, banyak masyarakat yang tidak merasakan kelancaran arus mudik.
"Perlu saya sampaikan bahwa angka-angka yang saya sampaikan, misalnya menurunnya jumlah pemudik, itu tidak signifikan jika dibandingkan dengan berkurangnya kemacetan yang luar biasa," ujar Habiburokhman dalam pernyataan videonya, Senin (7/4/2025).
Dia mencontohkan, situasi di Pelabuhan Merak, yang menurutnya jauh lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Arus Mudik 2025 Lancar, Fatalitas Kecelakaan di Tol Anjlok 88 Persen
"Kalau dulu kita antre di Merak itu bisa 8 jam, 9 jam. Kemarin itu nggak antre sama sekali, teman-teman. Paling cuma satu jam nunggu kapal," jelasnya.
Dia juga mengapresiasi, kebijakan yang diambil oleh pihak ASDP, termasuk penghapusan layanan kapal eksekutif di hari-hari puncak mudik, yang menurutnya merupakan langkah berani demi kelancaran arus mudik, meski secara ekonomi merugikan pihak operator.
"Jangan nafikan kerja keras orang-orang yang melancarkan arus mudik kali ini. Bukan hanya pejabat, tapi juga orang-orang kecil di ASDP, di kepolisian, yang tugas tiga sampai empat hari tidak pulang ke rumah," katanya.
Politisi Partai Gerindra ini pun mengajak masyarakat, untuk tetap saling menghargai meski berbeda pendapat, terutama mengenai arus mudik tahuj ini.
"Namanya perbedaan pendapat hal yang wajar. Kita nggak perlu pakai nada-nada tinggi. Silakan kalau yang nada tinggi cukup Lyodra aja, suaranya bagus banget," tutup Habiburokhman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









