LAN Gelar VPL Seri II, Bahas Ekonomi Sirkular dalam Kebijakan Makan Bergizi Gratis

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia terus berupaya mencari solusi strategis mengatasi permasalahan sampah yang kian meningkat.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, timbulan sampah nasional mencapai 38,4 juta ton per tahun dari 305 kabupaten/kota, di mana 60 persen di antaranya berasal dari sampah rumah tangga dan makanan yang tidak terkelola dengan baik.
Selain itu, laporan Food Waste Index Report 2024 dari UNEP menunjukkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah food waste terbesar di Asia Tenggara dan kedelapan terbesar di dunia, dengan estimasi 14,73 juta ton sampah makanan rumah tangga per tahun.
Potensi kerugian ekonomi dari food waste ini diperkirakan mencapai Rp107 triliun hingga Rp346 triliun per tahun.
Dalam upaya mengatasi persoalan ini, Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyelenggarakan Virtual Public Lecture (VPL) ASN Talent Academy Explore seri II bertema “Ekonomi Sirkular dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Upaya Inovatif untuk Keberlanjutan Program”.
Acara ini merupakan kerja sama LAN dengan Tanoto Foundation, yang digelar pada Selasa (18/3/2025).
Baca Juga: Daftar 17 Stadion Standar FIFA yang Diresmikan Presiden Prabowo Subianto
Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara, Agus Sudrajat, menekankan pentingnya penerapan ekonomi sirkular dalam mengelola sampah dari program MBG yang digagas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, pendekatan ekonomi linear yang umum digunakan selama ini, yaitu membeli, menggunakan, dan membuang, memberikan dampak negatif bagi lingkungan.
“Pendekatan ekonomi sirkular menjadi solusi tepat untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Terutama dalam program MBG, tata kelola sampah makanan perlu dilakukan secara terencana dan terukur agar tidak menimbulkan permasalahan baru yang merugikan masyarakat dan lingkungan,” jelas Agus.
Senada dengan itu, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Agus Rusli, menyampaikan, upaya mengurangi timbulan sampah dari program MBG dapat dilakukan dengan berbagai cara.
“Salah satu langkah strategisnya adalah penggunaan wadah makanan yang dapat digunakan kembali serta mendorong penerima manfaat untuk membawa alat makan sendiri. Selain itu, penerapan ekonomi sirkular dapat mengubah sampah organik dapur dan sisa makanan menjadi kompos, pupuk organik, pakan ternak (maggot), atau bahkan biogas yang dapat menjadi sumber energi alternatif,” ujarnya.
Kepala Kelompok Kajian Ekonomi Hijau dan Iklim serta Lektor Kepala Fakultas Ekonomi UI, Alin Halimatussaidah, menambahkan, penerapan ekonomi sirkular pada program MBG juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru melalui pengelolaan daur ulang sampah.
Baca Juga: Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini, 19 Maret 2025: Klaim Hadiah Menarik Sebelum Kedaluwarsa
“Kolaborasi pemerintah dengan pelaku usaha lokal penting untuk mengurangi food waste dan mempermudah distribusi makanan. Edukasi tentang gizi dan pengelolaan limbah perlu terus disosialisasikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Selain itu, pemberian insentif bagi pelaku ekonomi sirkular juga perlu dipertimbangkan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjaga lingkungan,” kata Alin.
Acara ini diharapkan dapat memperkuat langkah implementasi ekonomi sirkular dalam mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









