Akurat

Kemensos dan BPS Genjot Akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

Herry Supriyatna | 17 Maret 2025, 23:57 WIB
Kemensos dan BPS Genjot Akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

AKURAT.CO Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat koordinasi untuk mempercepat proses akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Proses ini bertujuan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) yang lebih tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengungkapkan bahwa hingga saat ini, proses ground check atau uji petik baru mencapai 25 persen.

Ia mengakui adanya keterlambatan yang terjadi selama bulan puasa, namun memastikan bahwa upaya percepatan akan terus dilakukan setelah Lebaran.

“Kemensos dan BPS terus melakukan koordinasi untuk ground check. Karena dalam suasana puasa, ada sedikit perlambatan. Sampai sekarang baru 25 persen, tapi mudah-mudahan setelah Lebaran prosesnya bisa dipercepat,” ujar Gus Ipul di Salemba, Jakarta, Senin (17/3/2025).

Baca Juga: Nama Gembong Mafia Minyak Terungkap! MAKI Gugat KPK, Bongkar Dugaan Korupsi Pertamina Rp193,7 Triliun

Selain bulan puasa, Gus Ipul menjelaskan bahwa tantangan geografis turut memengaruhi proses uji petik.

Akses yang sulit, terutama di daerah-daerah terpencil yang hanya bisa dijangkau dengan perahu atau transportasi khusus, menjadi kendala tersendiri.

“Medannya tidak semuanya mudah seperti Jakarta. Ada wilayah yang harus dijangkau dengan perahu, dan itu memang cukup menyulitkan,” jelasnya.

Meski proses uji petik belum selesai, hasil sementara menunjukkan kecocokan antara data lapangan dengan informasi yang tertera dalam DTSEN.

“Belum bisa disimpulkan sepenuhnya, tetapi sebagian besar data yang kami cek sudah sesuai dengan yang ada di lapangan,” tambah Gus Ipul.

Di kesempatan yang sama, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa proses uji petik ini bertujuan untuk memutakhirkan DTSEN.

Data tersebut akan menjadi dasar utama dalam penyaluran bansos kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Kodam II/Sriwijaya Selidiki Dugaan Keterlibatan Anggota TNI dalam Penembakan 3 Polisi di Way Kanan Saat Gerebek Sabung Ayam

“Proses pemutakhiran ini akan terus berjalan. Karena data terkait manusia sifatnya dinamis dan selalu berubah. Kami akan memperbarui data setiap tiga bulan sekali untuk memastikan akurasinya,” ujar Amalia.

BPS dan Kemensos menargetkan proses uji petik ini dapat selesai sebelum penyaluran tahap II bantuan sosial yang diperkirakan akan dimulai pada Mei mendatang.

Dengan akurasi data yang lebih baik, diharapkan penyaluran bansos bisa berjalan lebih tepat sasaran dan efisien.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.