Akurat

Nama Tidak Muncul di DTSEN? Ini Cara Perbaiki agar Bisa Dapat Bansos

Nurma Nafisa Faradilla | 27 November 2025, 15:20 WIB
Nama Tidak Muncul di DTSEN? Ini Cara Perbaiki agar Bisa Dapat Bansos

AKURAT.CO Mulai akhir 2025, pemerintah resmi menggunakan DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) sebagai dasar penyaluran bantuan sosial (bansos) seperti BLT Kesra, PKH, dan BPNT.

Namun, masih ada masyarakat yang mengeluhkan bahwa nama mereka tidak muncul saat dicek di situs atau aplikasi Cek Bansos, padahal sebelumnya terdaftar di DTKS dan rutin menerima bantuan.

Jika kamu mengalami hal ini, jangan panik dulu. Ada beberapa penyebab dan langkah yang bisa dilakukan agar datamu diperbaiki dan kembali terdaftar sebagai penerima manfaat (KPM).

Kenapa Nama Tidak Muncul di DTSEN?

Ada beberapa kemungkinan penyebab, seperti:

Baca Juga: DTSEN Jadi Fondasi Kebijakan Pemerintah, Seskab Teddy: Tak Boleh Ada Data Salah dan Terlewat

  • Data kependudukan belum diperbarui, misalnya alamat, status keluarga, atau perubahan anggota keluarga belum dicatat ke Dukcapil.
  • Status ekonomi berubah, sehingga sistem otomatis mengeluarkan penerima jika dianggap sudah tidak memenuhi syarat.
  • Kesalahan input data pada sistem DTSEN, terutama untuk daerah dengan pembaruan data yang masih berproses.
  • Tidak mengikuti pendataan calon penerima bansos yang dilakukan secara bertahap oleh pemerintah daerah.

Hal ini wajar terjadi karena DTSEN masih dalam proses penyempurnaan dan integrasi dengan sistem administrasi kependudukan.

Cara Memperbaiki Data Agar Bisa Masuk DTSEN

Jika nama kamu tidak muncul dalam link cekbansos.kemensos.go.id atau Aplikasi Cek Bansos, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.

1. Perbarui Data Kependudukan di Dukcapil

Datang ke kantor Dukcapil atau layanan kelurahan untuk memastikan:

Baca Juga: Di Rakornas DTSEN, Seskab Teddy Tekankan Pentingnya Akurasi Data untuk Referensi Kebijakan

  • Nama sesuai KTP
  • Alamat saat ini
  • Nomor KK dan NIK valid dan aktif

Pastikan semua data sudah sesuai dengan dokumen resmi karena sistem DTSEN terhubung dengan database Dukcapil.

2. Ajukan Keluhan atau Usulan ke Kelurahan

Adukan ke petugas Puskesos-SLRT (Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu) yang biasanya berada di kantor desa/kelurahan.

Mereka akan membantu:

  • Mengecek status kamu di sistem DTSEN
  • Menginput ulang atau memperbarui data
  • Mengajukan kamu sebagai calon penerima bansos jika memenuhi kriteria

3. Gunakan Fitur Usul di Aplikasi Cek Bansos

Jika kamu menggunakan Aplikasi Cek Bansos, tersedia fitur bernama:

“Usul dan Sanggah”

Fungsi ini memungkinkan kamu mengajukan diri sebagai penerima atau mengoreksi data jika namamu tidak muncul.

Caranya:

  • Login aplikasi
  • Pilih menu Usul
  • Isi data lengkap
  • Unggah foto rumah dan dokumen sesuai permintaan
  • Kirim

Usulan akan diverifikasi oleh pemerintah daerah.

4. Cek Secara Berkala

Baca Juga: Mensos dan Menko PM Dorong Reformasi Akreditasi Panti Asuhan dan Penggunaan DTSEN untuk Program Bansos

Proses pemutakhiran data tidak instan. Pembaruan biasanya dilakukan per kuartal (3 bulan), terutama untuk program seperti PKH dan BPNT. Jadi, pantau secara berkala melalui:

  • Aplikasi Cek Bansos
  • Website resmi
  • Informasi dari RT/RW atau kelurahan

Tips Biar Tidak Tertinggal Data DTSEN

  • Pastikan NIK aktif dan sesuai dengan KK
  • Jangan menunggu. Cek data sebelum penyaluran bansos berikutnya
  • Simpan bukti pengajuan atau surat keterangan dari kelurahan
  • Ikuti pendataan resmi ketika ada kunjungan dari petugas pemerintah

Jika nama kamu tidak muncul di DTSEN, bukan berarti kamu tidak bisa mendapatkan bansos. Pemerintah masih membuka proses pembaruan data, baik lewat Dukcapil, kelurahan, maupun aplikasi resmi.

Pastikan data kependudukanmu valid dan segera ajukan perbaikan agar berpeluang menjadi penerima bantuan pada periode berikutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.