Akurat

Dijamin Harga Pangan Stabil Jelang Lebaran, Tidak Ada Alasan untuk Naik

Atikah Umiyani | 6 Maret 2025, 23:05 WIB
Dijamin Harga Pangan Stabil Jelang Lebaran, Tidak Ada Alasan untuk Naik

AKURAT.CO Pemerintah terus menggencarkan upaya stabilisasi harga pangan menjelang Lebaran 2025.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyebut bahwa pemerintah akan membuka 4.800 gerai pangan di seluruh Indonesia guna menekan harga kebutuhan pokok.

Gerai-gerai tersebut akan dikelola bersama oleh sejumlah BUMN dan kementerian terkait, termasuk RNI, Bulog, PPI, PT Pos dan Berdikari.

"Kami akan menjual pangan di bawah harga eceran tertinggi (HET). Tidak boleh ada pengusaha yang menjual di atas HET. Jika ada, akan ditindak," ujar Mentan, di Jakarta, Kamis (6/3/2025).

Baca Juga: Prabowo Siapkan Langkah Efektif Agar Tidak Ada Spekulan yang Naikkan Harga Pangan

Mentan menyoroti fluktuasi harga komoditas tertentu seperti cabai dan beras.

Harga cabai sendiri sempat menyentuh angka tertinggi Rp200.000 per kilogram, sebelum akhirnya turun menjadi Rp100.000 per kilogram setelah dilakukan perbaikan distribusi.

Menurutnya, kenaikan harga disebabkan faktor cuaca dan kendala distribusi.

Oleh karena itu, Mentan meminta agar sistem distribusi diperhatikan lebih serius.

Baca Juga: Pemerintah Awasi Ketat Harga Pangan Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025

"Beras tidak ada alasan untuk naik. Produksi kita naik 52 persen dan stok melimpah, jadi tidak boleh ada lonjakan harga. Begitu juga dengan minyak goreng. Kita produsen terbesar dunia, seharusnya tidak ada kenaikan harga meskipun kecil," jelasnya.

Mentan menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) hingga Hari Raya Lebaran untuk memastikan harga pangan stabil.

Jika ditemukan pengusaha yang menjual di atas HET, sanksi tegas akan diberikan. Termasuk penyegelan dan pencabutan izin usaha sesuai kesepakatan dengan Kapolri.

Sementara, terkait potensi peluang ekspor telur ke Amerika Serikat akibat kelangkaan di negara tersebut, Mentan mengatakan, pemerintah tertarik untuk mengekspor komoditas pangan yang mengalami surplus.

Baca Juga: Sidak Harga Pangan di Pasar Kosambi Bandung, Zulhas: Mayoritas Harga Pangan Turun

Namun, prioritas utama tetap pemenuhan kebutuhan dalam negeri, terutama dalam rangka mendukung program pangan bergizi.

"Kita fokus penuhi program pangan bergizi dulu. Tapi kalau berlebih, kita ekspor," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK