Indeks Kepatuhan Etik Pemilu Belum Sempurna, Baru Sentuh Tingkat Provinsi

AKURAT.CO Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Heddy Lugito, mengakui bahwa penyusunan Indeks Kepatuhan Etik Penyelenggara Pemilu (IKEP) masih jauh dari sempurna.
Dia menilai, kajian ini masih memiliki banyak kekurangan, terutama karena baru pertama kali dilakukan DKPP dan masih terbatas pada tingkat provinsi.
"Kami menyadari bahwa IKEP ini mungkin belum sempurna. Masih banyak kekurangan, karena ini pertama kali DKPP melakukan dan membentuk tim, serta masih pada tingkat provinsi. Belum menyentuh sampai ke tingkat kabupaten/kota," kata Heddy di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (30/1/2025).
Baca Juga: KPU dan Bawaslu Jakarta Dapat Skor Terendah dalam Indeks Kepatuhan Etik Penyelenggara Pemilu 2024
Padahal menurutnya, pelanggaran etik terbesar justru banyak terjadi di tingkat kabupaten/kota. Hal itu disebabkan, jumlah penyelenggara di daerah lebih banyak, dengan sumber daya manusia yang beragam.
Selain itu, dia juga menyoroti tantangan dalam menyusun indeks ini. Persoalan etik, menurutnya sangat luas dan sulit dirumuskan.
"Saking susahnya merumuskan etika, etika dan manusia itu seperti batu dan air. Batu yang masuk ke dalam air selama berjuta-juta tahun hanya basah di luarnya saja, tapi tidak pernah menembus sampai ke dalam," katanya.
Heddy menegaskan, DKPP menyadari masih banyak pelanggaran etik yang terjadi. Salah satu penyebabnya adalah nilai-nilai etik dalam penyelenggaraan pemilu yang belum benar-benar terinternalisasi dalam diri setiap penyelenggara.
"Etika kadang-kadang cuma melumuri kulit-kulit kehidupan kita, tapi tidak sempat terinternalisasi dalam diri kita," ujarnya.
Dengan adanya IKEP, DKPP berharap kepatuhan etik dalam penyelenggaraan pemilu bisa semakin diperbaiki dan menjadi bagian dari budaya demokrasi di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok






