Pemerintah Diminta Ajak Masyarakat Ikut Andil Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

AKURAT.CO Pemerintah disarankan membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam mensukseskan program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Riset dan Komunikasi Lembaga Survei KedaiKOPI, Ibnu Dwi Cahyo, merespons laporan dari World Giving Index (WGI) 2024 yang dirilis Charities Aid Foundation (CAF) dengan menyebut bahwa Indonesia meraih predikat sebagai negara paling dermawan di dunia.
Berdasarkan itu, Lembaga Survei KedaiKOPI kemudian melakukan riset serupa. Hasil survei tersebut menunjukkan semangat berbagi yang tinggi di kalangan masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Nostalgia Pembagian Susu di Sekolah, Warganet Ikut Bahagia Lihat Video Siswa Makan Bergizi Gratis
Ibnu menjelaskan, survei yang dilakukan pada bulan Desember 2024 dengan melibatkan 1.116 responden, di mana 92,6 persen diantaranya melakukan donasi sepanjang tahun 2024. Bahkan, 77,8 persen dari sektor informal juga berpartisipasi dalam kegiatan donasi.
"Dari seluruh responden, 95,1 persen menilai bahwa donasi sangat penting. Jadi, tidak mengherankan bila masyarakat Indonesia menempati posisi pertama dalam World Giving Index selama tujuh tahun berturut-turut," kata Ibnu kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Menurutnya, tingginya angka kedermawanan masyarakat Indonesia menjadi hal positif yang dapat membantu sesama, bahkan berpotensi mendukung program-program pemerintah.
Apalagi, masyarakat Indonesia memiliki sejarah panjang dalam membantu negara, mulai dari masa kemerdekaan hingga saat ini.
"Masyarakat kita yang sangat dermawan ini punya rekam sejarah dalam membantu negara. Jadi, saat program pro-rakyat pemerintah seperti makan bergizi gratis mengalami kendala, saya yakin masyarakat akan membantu," ujarnya.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Diharapkan Bisa Dukung Kualitas Pendidikan Anak
"Belum lagi, Presiden Prabowo memberi teladan dengan menggunakan uang pribadinya dalam percobaan makan bergizi gratis di beberapa daerah," tambahnya.
Ibnu juga menekankan, bahwa keikutsertaan masyarakat dalam program MBG harus tetap sesuai dengan aturan yang ada. Bantuan donasi tidak hanya berupa uang, tetapi juga bisa dalam bentuk tenaga dan peralatan yang berguna dalam pelaksanaan program tersebut.
"Dari hasil survei kami, terlihat masyarakat sudah biasa membantu dengan apa yang mereka miliki. Donasi uang mencapai 87,4 persen, donasi barang 65,1 persen, dan mendonasikan waktu serta tenaga sebagai relawan sebesar 29,6 persen. Ini menunjukkan semangat gotong royong masyarakat Indonesia yang masih tinggi, yang merupakan modal bagus untuk menjaga kerukunan dan kesatuan bangsa," jelasnya.
Dia menyarankan, agar pemerintah sebaiknya membuka peluang bagi masyarakat yang ingin membantu program MBG, dengan membuat mekanisme yang jelas.
"Dorongan masyarakat untuk berbagi dan berdonasi di dalam negeri sangat besar, dengan keinginan mereka membantu mencapai angka 98,2 persen. Tentu pemerintah bisa mengajak berbagai lembaga kemanusiaan untuk bersama masyarakat menyukseskan program MBG ini," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








