Cegah Bencana Hidrometeorologi, BNPB Perluas Jangkauan Modifikasi Cuaca

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), memperluas jangkauan operasi modifikasi cuaca untuk mengendalikan intensitas hujan, yang dapat memicu bencana hidrometeorologi di Pulau Jawa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bencana hidrometeorologi saat ini sudah menyasar ke kawasan Jawa Timur.
Operasi modifikasi cuaca, dilakukan dengan menyemai sebanyak empat ton garam atau Natrium Klorida (NaCl) menggunakan pesawat terbang ke awan potensial yang ada di Jawa Timur.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Gelontorkan Rp4,1 Miliar untuk Modifikasi Cuaca, Dua Tahap Sudah Dilaksanakan
"Penyemaian menggunakan pesawat Cessna itu berlangsung dua hari terakhir, dengan total durasi selama sembilan jam lebih penerbangan. Awan hujan potensial seperti Comulus Congestus di wilayah Jawa Timur menjadi sasaran penyemaian yang dilakukan tim BNPB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," kata Abdul, Sabtu (21/12/2024).
Diharapkan, operasi modifikasi cuaca ini bisa mengurangi intensitas hujan di wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari ke depan. Seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, pada wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Menurut Abdul, penyemaian garam melalui operasi modifikasi cuaca ini berhasil mengurangi intensitas hujan pada beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Jepara, Pati, Kudus, Demak, dan Kota Semarang menjadi hanya 5—20 mm per hari atau 70 persen.
Persentase pengurangan intensitas hujan tersebut diketahui setelah BMKG mengidentifikasi intensitas deras hingga sangat deras mencapai 50—120 mm per hari akan mengguyur wilayah Jawa Tengah.
"Hasil positif juga didapatkan dari operasi modifikasi cuaca pada sejumlah daerah di wilayah selatan Jawa Barat," imbuhnya.
BNPB melaporkan, operasi modifikasi sampai dengan Sabtu (14/12/2024) itu dapat mengurangi intensitas curah hujan di Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan sekitarnya dari 150 mm per hari menjadi 5-30 mm per hari atau sekitar sebesar 60 persen.
Baca Juga: BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca Jelang Masa Libur Nataru
Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa operasi modifikasi cuaca hanya untuk mengendalikan curah hujan bukan menghentikannya. Sehingga, pemerintah daerah di Pulau Jawa tidak boleh lengah dan tetap memperketat upaya antisipasi terjadinya bencana hidrometerologi; seperti banjir, tanah longsor dan seterusnya.
Hal ini dilakukan supaya potensi dampak bencana itu seperti kerusakan infrastruktur dan korban jiwa bisa diminimalisasi.
"Terlebih beberapa hari lagi akan ada peningkatan pergerakan masyarakat di Pulau Jawa selama periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 ini," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









