Akurat

Reputasi UIN Alauddin Makassar Tercoreng Imbas Kasus Produksi Uang Palsu

Fajar Rizky Ramadhan | 20 Desember 2024, 20:36 WIB
Reputasi UIN Alauddin Makassar Tercoreng Imbas Kasus Produksi Uang Palsu

 

AKURAT.CO Reputasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menjadi sorotan setelah Kepolisian Resor (Polres) Gowa mengungkap adanya pabrik produksi uang palsu di gedung perpustakaan kampus tersebut.

Kasus ini melibatkan Kepala Perpustakaan UIN Alauddin berinisial AI, yang diduga menjadi otak utama, bersama seorang staf honorer berinisial MN.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhanis, menyatakan kekecewaannya atas kejadian ini dan menegaskan dukungannya terhadap langkah kepolisian dalam mengusut kasus tersebut.

"Saya hadir di sini selaku Rektor UIN Alauddin itu bukti nyata dukungan kami terhadap polisi untuk mengungkap kasus ini sampai ke akar-akarnya," ujarnya di Mapolres Gowa, Kamis (18/12/2024).

Hamdan mengaku terpukul atas kasus yang mencoreng nama baik kampusnya.

"Selaku pimpinan tertinggi di UIN Alauddin, selaku rektor saya marah. Saya malu dan saya tertampar setengah mati. Kami membangun kampus dan reputasi bersama pimpinan, dengan sekejap dihancurkan," tegasnya.

Baca Juga: Menteri Erick Pastikan Harga Tiket Pesawat Turun 10 Persen Selama Periode Nataru 2025

Sebagai bentuk tindakan tegas, pihak kampus langsung memberikan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat kepada AI dan MN.

"Itulah sebabnya kami mengambil langkah setelah ini. Jelas kedua oknum yang terlibat dari kampus kami langsung kami berhentikan dengan tidak hormat," tambah Hamdan.

17 Tersangka Ditangkap

Pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat pada 2 Desember 2024 tentang penggunaan uang palsu di Jalan Pelita Labengi, Kabupaten Gowa.

Laporan tersebut mengarahkan Satreskrim Polres Gowa kepada MN, yang kemudian diketahui bekerja sama dengan AI dalam memproduksi uang palsu di lantai 1 gedung perpustakaan kampus UIN Alauddin.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap keterlibatan 17 tersangka, dengan tiga orang lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO). Para tersangka memiliki peran berbeda dalam sindikat ini.

"Jadi yang di belakang ini sebanyak 17 orang perannya berbeda-beda. Tapi peran sentralnya ada pada saudara AI, kemudian juga saudara MS dan ASS," jelas Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono, Kamis (19/12/2024).

Lokasi Produksi dan Barang Bukti

Dua lokasi produksi ditemukan, yakni di Jalan Sunu, Kota Makassar, dan Gedung Perpustakaan Kampus 2 UIN Alauddin.

Kepolisian menyita ribuan lembar uang palsu rupiah, uang asing palsu, serta barang bukti lain seperti fotokopi sertifikat deposit Bank Indonesia senilai Rp45 triliun dan surat berharga negara (SBN) senilai Rp700 triliun.

Baca Juga: KPK Ingatkan ASN dan Pejabat Negara Hindari Gratifikasi Jelang Natal dan Tahun Baru

Meski demikian, keabsahan dokumen bernilai triliunan rupiah tersebut masih diragukan.

"Nanti Kepala BI Sulsel yang akan menjelaskan apakah betul ini kayak semacam lembar kertas yang nilainya triliunan," ujar Yudhiawan.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi UIN Alauddin Makassar yang selama ini menjaga reputasinya sebagai institusi pendidikan Islam ternama di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.