Akurat

Menlu Retno: 25 WNI Berhasil Dievakuasi dari Lebanon

Siti Nur Azzura | 3 Oktober 2024, 19:57 WIB
Menlu Retno: 25 WNI Berhasil Dievakuasi dari Lebanon

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan sekitar 20 warga negara Indonesia (WNI) berhasil dievakuasi dari Lebanon, melalui jalur darat ke Damaskus, Suriah, sebelum diterbangkan ke Indonesia.

"Totalnya 20-25 (orang) kalau enggak salah," kata Retno di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (3/10/2024).

Namun, masih ada sejumlah WNI yang memilih untuk tetap tinggal di Lebanon. Tetapi, mereka bukan menolak dievakuasi. "Ada beberapa (WNI), yang dengan pertimbangan keluarga dan sebagainya, memilih untuk tetap tinggal di sana," kata dia.

Meski demikian, belum bisa memastikan kapan para WNI tersebut diterbangkan ke Indonesia. Karena, saat ini jalur penerbangan di sejumlah negara Timur Tengah menerapkan sistem buka-tutup.

Baca Juga: Jokowi Minta Proses Evakuasi WNI di Lebanon Segera Dilakukan

"Karena situasi yang sangat dinamis di lapangan, ruang udara bisa dibuka kemudian ditutup lagi," ujarnya.

Dia memastikan, bahwa pemerintah akan segera memulangkan mereka setelah kondisinya memungkinkan. Kementerian Luar Negeri RI juga akan terus memantau perkembangannya.

"Kita sudah memiliki satu grup para duta besar di Timteng (Timur Tengah) yang setiap waktu melaporkan kepada saya perkembangan di masing-masing negara," kata Retno.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Lebanon agar segera dilakukan. Dia pun sudah memerintahkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengenai proses evakuasi WNI tersebut.

Dia menegaskan, bahwa perlindungan dan keselamatan WNI yang berada di Lebanon harus dinomorsatukan.

"Kementerian Luar Negeri, Bu Menteri sudah saya perintahkan untuk menindaklanjuti apa yang sudah saya sampaikan agar keselamatan perlindungan terhadap warga kita dinomorsatukan dan evakuasi disegerakan," kata Jokowi usai meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Rabu (2/10/2024).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.