Akurat

Saatnya Asia Tenggara Ambil Peluang Jadi Pusat Peradaban Islam Baru

Siti Nur Azzura | 19 Oktober 2025, 21:39 WIB
Saatnya Asia Tenggara Ambil Peluang Jadi Pusat Peradaban Islam Baru

AKURAT.CO Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menekankan bahwa kawasan Asia Tenggara dapat menjadi episentrum baru peradaban Islam dunia, sebagaimana Baghdad pada masa kejayaan Islam.

Hal ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Mesyuarat Menteri-Menteri Agama MABIMS ke-21 yang berlangsung di Melaka, Malaysia, Minggu (19/10/2025).

Menurutnya, Timur Tengah telah menunaikan tugas besar dalam membangun fondasi keislaman. Maka saatnya, Asia Tenggara mengambil peran untuk melahirkan kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam.

Baca Juga: Hukum Penggunaan Dana APBN untuk Membangun Kembali Pesantren dalam Perspektif Islam

"Dengan stabilitas politik dan ekonomi yang kita miliki, saya yakin Asia Tenggara bisa menjadi sorotan dunia sebagai pusat peradaban Islam yang baru. Sementara, kita lihat banyak negara Timur Tengah masih menghadapi ketidakstabilan. Karena itu, mungkin justru di kawasan kita peluang itu muncul," kata Nasaruddin. 

Dia menilai, Indonesia, Malaysia, dan Singapura memiliki potensi besar untuk membangun sinergi keilmuan dan peradaban. "Kita perlu memiliki obsesi dan misi untuk membangun martabat Islam bukan hanya lewat politik dan ekonomi, tetapi juga melalui ilmu pengetahuan dan integrasi peradaban," jelasnya.

Kebangkitan peradaban Islam masa depan harus berakar pada semangat integrasi ilmu agama dan ilmu umum, sebagaimana yang pernah ditunjukkan oleh Baitul Hikmah di Baghdad. Banyak ilmuwan pada masa itu menguasai ilmu umum namun juga seorang sufi.

"Dengan kekuatan pemikiran, kita bisa membalikkan arah peradaban yakni membangun ideologi, ekonomi, dan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan baru umat Islam," ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.