Akurat

Susu Ikan Efektif Bantu Masalah Stunting, Ini Alasannya

Dwana Muhfaqdilla | 17 September 2024, 23:19 WIB
Susu Ikan Efektif Bantu Masalah Stunting, Ini Alasannya

AKURAT.CO Founder Berikan Protein, Yogie Arie, membeberkan produk hidrolisat protein ikan atau yang saat ini biasa disebut sebagai susu ikan, bisa membantu masalah stunting.

Dia menjelaskan, kandungan utama dalam susu ikan tersebut sangat berguna untuk hormon pertumbuhan. Hal ini tentu akan berbanding lurus dalam mengatasi stunting.

"Kalau bicara soal untuk stunting itu lebih banyak ke arah pertumbuhan, di susu ikan kan asam amino tertingginya adalah leusin dan lisin, jadi ini dua asam amino yang penting untuk pertumbuhan, ini yang membedakan, lisin dan leusin itu yang paling tinggi di ikan," kata Yogie di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2024).

Baca Juga: Susu Ikan di Program Makan Bergizi Gratis Bantu UMKM Berkembang dan Ciptakan Lapangan Kerja

Kemudian, susu ikan yang mengandung leusin dan lisin ini bisa mendukung pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak.

"Dari sisi penyerapannya, jauh lebih tinggi, jadi sekarang kita coba teknologi hidrolisat ini yang memutus supaya menjadi asam amino peptida itu daya serapnya itu lebih tinggi. Jadi ketika diserap oleh tubuh lebih cepat nah harapannya juga pertumbuhan tubuh anak-anak ini juga lebih cepat,'ungkap dia.

Meski begitu, dia menekankan bahwa susu sapi dan susu ikan tak bisa dibandingkan secara apple to apple. Sebab, sumber dan proses pengolahannya berbeda.

Namun, masing-masing tetap memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti susu sapi yang berasal dari laktosa, sedangkan susu ikan yang bebas dari laktosa.

"Jadi untuk orang-orang yang punya intoleran terhadap laktosa, ini bisa menjadi alternatif bisa menggunakan susu ikan," tukas Yogie.

Sebagai informasi, beredar kabar pemerintah akan mengganti susu sapi dengan susu ikan dalam program makan bergizi gratis dalam masa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Wacana ini muncul setelah produksi susu sapi nasional diperkirakan tidak dapat memadai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.