Akurat

Marak Kasus Perundungan di Sekolah, DPR Minta Ekskul Ditingkatkan untuk Pendidikan Karakter

Atikah Umiyani | 15 September 2024, 15:00 WIB
Marak Kasus Perundungan di Sekolah, DPR Minta Ekskul Ditingkatkan untuk Pendidikan Karakter

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, merasa prihatin atas munculnya kasus bullying di lingkungan sekolah yang belakangan semakin marak terjadi. 

Dede menilai, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi aksi bullying di sekolah adalah dengan meningkatkan lagi program ekstrakulikuler (ekskul) di sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter.

"Saya tentu sedih mendengar banyaknya kasus perundungan di lingkungan anak sekolah, dan saya mempertanyakan kenapa anak umur segitu seberani dan senekat itu melakukan tindakan keji,” kata Dede kepada wartawan, Minggu (15/9/2024). 

Baca Juga: Pemukulan Wasit oleh Pemain Sulteng Picu Perdebatan Soal Netralitas dan Etika di Lapangan

“Jawabannya mungkin saja karena kurangnya kegiatan energik di sekolah sehingga kurang terbentuknya pendidikan karakter bagi anak-anak," lanjutnya.

Seperti diketahui, kasus perundungan anak yang tengah menjadi perhatian publik yakni kasus bullying pada siswa SMK Negeri 1 Gorontalo, berinisial AR (14). Ia diduga dipalak dan dipaksa meminum minuman keras oleh beberapa siswa lainnya di lingkungan sekolah.

Beberapa waktu lalu, bullying juga terjadi di SMP 3 Sungguminasa Gowa, Sulawesi. Dimana seorang siswa dianiayai oleh temannya sendiri hingga terkapar. Video perundungan dengan aksi kekerasan itu pun viral di media sosial.

Sebelumnya, peristiwa tragis yang melibatkan anak sekolah juga terjadi di Palembang, Sumatera Selatan. Siswi perempuan berinisial AA (13) menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh 4 temannya sendiri. Para pelaku semuanya masih di bawah umur.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Pertebal Pengamanan di Tempat Wisata dan CFD Saat Libur Maulid Nabi

Dede menegaskan, pendidikan karakter sangat diperlukan untuk menekan kasus perundungan maupun kejahatan anak usia sekolah.

Pendidikan karakter salah satunya bisa didapat lewat kelas-kelas ekstrakulikuler yang pada masa-masa sebelumnya merupakan progran wajib di sekolah.

"Ekskul itu bukan pembelajaran akademik, tapi pembelajaran karakter. Nah itulah yang belum banyak memahami, Pemerintah kita masih fokus pada pendidikan akademik saja," ucapnya. 

Dede menilai, pendidikan karakter sangat penting dimiliki oleh anak-anak. Dede juga menyebut pendidikan karakter seharusnya ditanamkan sedini mingkin, yang bisa didapat lewat kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Sementara saat ini, kegiatan ekskul di sekolah hanya bersifat pilihan sehingga kurang mendapat atensi.

Baca Juga: Ribuan Pelari Meriahkan Jawara Run 2024

Apalagi, pihak sekolah tidak mendapat dukungan dana dari Pemerintah sehingga ekskul di sekolah hanya sekadar formalitas saja dan hasilnya kurang efektif.

"Ekskul harusnya tetap digiatkan, karena kalau tidak, anak-anak energinya tersalurkan ke hal-hal yang tidak benar. Ketika ekskul ataupun kegiatan aktivitas anak muda menjadi kurang terperhatikan maka anak-anak ini perlariannya nongkrong, minum-minum atau melakukan hal-hal yang tidak terpuji," ungkapnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.