Akurat

Lukisan Denny JA Sambut Kedatangan Paus Fransiskus di Galeri Nasional

Arief Rachman | 25 Agustus 2024, 19:35 WIB
Lukisan Denny JA Sambut Kedatangan Paus Fransiskus di Galeri Nasional

AKURAT.CO Agus Dermawan T., kritikus seni rupa senior dan penulis puluhan buku tentang budaya dan seni, menulis ulasan mengenai 10 lukisan Denny JA yang dibuat khusus untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus ke Jakarta.

Sepuluh lukisan tersebut akan dipamerkan di Galeri Nasional pada 2-4 September 2024 dalam rangka Festival Toleransi yang diselenggarakan oleh ICRP.

Khusus untuk pameran lukisan Denny JA dan kompetisinya, ICRP bekerja sama dengan Esoterika dan Forum Spiritual.

Agus Dermawan T. mencatat bahwa Denny JA, seorang tokoh keberagaman yang juga pendiri Lingkaran Survei Indonesia, telah menjadi pelukis Indonesia pertama yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara penuh dalam proses penciptaan karyanya. Pendekatan inovatif ini merupakan terobosan baru dalam dunia seni lukis di Indonesia.

Baca Juga: PSI Resmi Dukung Ridwan Kamil dan Suswono untuk Pilgub DKI Jakarta 2024

Meskipun Denny JA adalah seorang Muslim, komitmennya terhadap keberagaman dan dialog antaragama tercermin dalam cara uniknya menyambut Paus Fransiskus melalui karya seni.

Lima dari sepuluh lukisan Denny JA menggambarkan imajinasinya tentang kunjungan Paus ke Indonesia, dengan tema besar keberagaman, persatuan, dan harapan.

Salah satu lukisan menampilkan dua wanita berkerudung yang bersimpuh di hadapan Paus, sementara seorang kakek duduk di kursi roda yang didorong oleh seorang nenek.

Mereka dikelilingi oleh orang-orang yang bersukacita di halaman pesantren, mencerminkan suasana kebersamaan dalam perbedaan.

Lukisan lainnya menggambarkan Paus Fransiskus dengan penuh khusyuk merengkuh seorang anak, dikelilingi oleh anak-anak lain yang berdoa dengan riang.

Baca Juga: Daftar Versi Bluetooth yang Didukung Oleh Berbagai Model iPad

Di latar belakang, sebuah masjid megah berdiri, menekankan pentingnya persatuan antaragama sebagai sumber kebahagiaan dan harapan.

Ada juga lukisan yang menunjukkan Paus menyambut para ulama dan umat berbagai agama di halaman sebuah gereja, dengan suasana penuh kebahagiaan yang mencerminkan dialog antaragama yang harmonis.

Selain itu, Denny JA juga menampilkan lukisan berjudul Paus Mencuci Kaki Rakyat Indonesia, yang menggambarkan Paus membasuh kaki seorang pemuda di tepi sungai, melambangkan sikap kerendahan hati dan kesetaraan.

Dalam variasi lain dari lukisan ini, Paus digambarkan membasuh kaki seorang penganut Hindu dan seorang Muslim, menegaskan pesan universalitas dalam keberagaman.

Dalam karyanya, Denny JA memadukan teknologi AI dengan sentuhan manual seperti sapuan kuas untuk memberikan dimensi emosional dan personal pada lukisannya.

Hal ini membuat karya-karyanya memiliki karakteristik unik yang menggabungkan inovasi teknologi dengan sensitivitas seorang seniman.

Agus Dermawan T. menilai bahwa Denny JA telah menciptakan bentuk seni baru yang relevan dengan konteks sosial saat ini, serta menjadi pionir dalam penggunaan AI dalam seni lukis di Indonesia.

Keberanian Denny JA untuk secara terbuka mengakui dan memanfaatkan teknologi AI dalam proses kreatifnya menjadikannya berbeda dari banyak seniman lain yang cenderung menyembunyikan penggunaan teknologi dalam karya mereka.

Baca Juga: Kronologi Aaliyah Massaid Laporkan Netizen Penyebar Hoax Dirinya Hamil di Luar Nikah

Pameran ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi sarana untuk menyatukan perbedaan dan menyebarkan harapan.

Agus Dermawan T. menyimpulkan bahwa Denny JA telah berhasil menyatukan seni dan teknologi untuk menciptakan "lukisan masa depan" yang tidak hanya mencerminkan kondisi sosial saat ini, tetapi juga berfungsi sebagai antena sosial, sebagaimana dikatakan oleh Marshall McLuhan bahwa seniman adalah "antenna of society."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.