Dua Sastrawan Dunia Raih BRICS Award 2025

AKURAT.CO Sastrawan Mesir Salwa Bakr dan penulis Indonesia Denny JA meraih BRICS Award 2025.
Dua nama dari dua benua dan latar berbeda itu dipertemukan dalam panggung penghargaan sastra internasional yang baru berusia satu tahun, namun telah memberi gema besar di kancah Global South.
Malam penghargaan yang digelar di Khabarovsk, Rusia, menjadi momentum penting lahirnya tradisi baru dalam dunia kesusastraan.
Di sebuah aula yang dipenuhi diplomat, penulis, dan perwakilan budaya negara-negara BRICS, sastra Global South seperti menemukan “rumah” barunya—sebuah ruang yang menantang dominasi panjang penghargaan sastra Barat.
Salwa Bakr, sastrawan kelahiran Kairo tahun 1949, dinobatkan sebagai pemenang utama BRICS Literature Award 2025.
Penulis The Golden Chariot dan The Man from Bashmour—dua karya yang masuk daftar 100 novel Arab terbaik sepanjang masa—itu selama puluhan tahun dikenal konsisten mengangkat suara kelompok terpinggirkan.
Juri internasional menilai Bakr sebagai figur yang membuka babak pertama penghargaan ini.
“Hari ini kita menyaksikan momen bersejarah. Penghargaan ini adalah fondasi ruang budaya bersama bagi negara-negara BRICS,” ujar Sergey Stepashin dari Russian Book Union, Senin (1/12/2025).
Berbeda dari Bakr yang meraih penghargaan utama, Denny JA mendapatkan Special Prize “For Innovation in Literature”, satu-satunya penghargaan yang diberikan BRICS bagi penulis yang menciptakan terobosan bentuk dan genre.
Dari sepuluh finalis dunia—dari Brazil, Ethiopia, China hingga Iran—Denny dipilih berkat kontribusinya memperkenalkan dan mengembangkan genre puisi esai, bentuk yang memadukan puisi, narasi, dan fakta sosial.
Baca Juga: Ketua MPR: Banjir Bandang di Sumatera Harus Jadi Evaluasi Serius Kebijakan Lingkungan
Genre ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan dianggap memberi cara baru untuk membaca sejarah sosial, luka, dan kemanusiaan.
“Saya bangga Indonesia diakui melalui inovasi ini. Tanpa disadari, Denny telah mengangkat profil Indonesia di mata dunia,” kata Sastri Bakry, Koordinator BRICS Literature Network Indonesia.
Jika penghargaan utama adalah tonggak, maka penghargaan inovasi adalah kompas. BRICS menegaskan bahwa sastra global bukan hanya tentang karya terbaik tahun ini, tetapi tentang siapa yang membuka jalan baru bagi masa depan.
Dua Pilar Masa Depan Sastra BRICS
BRICS menempatkan dua penghargaan ini sebagai fondasi masa depan institusi baru tersebut. Salwa Bakr menjadi wajah pemenang utama musim perdana BRICS Award, sementara Denny JA menegaskan identitas BRICS sebagai ruang yang menghargai inovasi dan keberanian mencipta.
Dmitry Kuznetsov, Kepala Sekretariat Penghargaan, menyatakan bahwa BRICS Award hadir sebagai alternatif dari Nobel Sastra yang dianggap semakin politis. BRICS, katanya, ingin mengembalikan sastra pada nilai Global South: kebijaksanaan tradisi, keadilan, humanisme, dan solidaritas antarbangsa.
Dalam pandangan itu, Salwa Bakr mewakili suara perempuan dan kaum tertindas, sedangkan Denny JA mewakili terobosan kreatif dan perspektif Asia Tenggara.
Kedua sastrawan ini berdiri berdampingan sebagai simbol dua kekuatan sastra: kualitas karya dan inovasi bentuk.
BRICS Literature Award 2025 tidak hanya mengumumkan siapa yang menang, tetapi menandai arah yang ingin dibangun dunia sastra yang lebih seimbang, beragam, dan inklusif.
Di tengah perubahan geopolitik global, dua penghargaan ini membawa pesan kuat bahwa sastra tetap memiliki kekuatan menyatukan manusia melampaui bahasa dan batas negara.
Dari Kairo hingga Jakarta, dua lentera kini menyala, menerangi perjalanan sastra dunia menuju masa depan.
Baca Juga: Inilah Hal-hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Membeli Apartemen, Jangan Sampai Salah Pilih!
Pengakuan global terhadap genre puisi esai menempatkan Indonesia dalam catatan sejarah sastra modern. Hanya sedikit genre yang pernah diakui secara formal di panggung dunia, seperti:
-
Magical realism (García Márquez)
-
Absurdism (Beckett)
-
Surrealism (André Breton)
Penghargaan inovasi bersifat jangka panjang: karya dikenang per tahun, tetapi genre dikenang dalam sejarah. Dalam konteks itu, raihan Denny JA untuk puisi esai menjadi pencapaian yang melampaui sekadar kemenangan tahunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








