KEMENTERIAN Perindustrian memegang peranan sentral pada masa pemerintahan mendatang dan menentukan apakah pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen atau lebih.
Kegagalan mendorong ekonomi tumbuh di atas 6 persen karena faktor ini, di mana sektor industri tumbuh rendah dan bergerak sangat lambat.
Ini terjadi karena absen dan kekosongan kebijakan industri dan Kementerian Perindustrian yang dorman.
Selama ini Kementerian Perindustrian berperan sangat terbatas dengan kebijakan yang lemah dan tidak bernilai signifikan untuk memajukan sektor industri.
Secara terus menerus sektor ini tumbuh di bawah 5 persen, sehingga tidak punya daya dorong dan tidak mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi tinggi.
Baca Juga: Duet Anies-Kaesang Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Jakarta
Bahkan sektor ini justru mandek dengan pertumbuhan bahkan hanya 3-4 persen saja, yang menandakan ketiadaan dan absen kebijakan industri.
Industri dimatikan karena kebijakan yang surut dan tidak memberikan kesempatan, ruang dan dorongan bagi industri nasional.
Jika kebijakan industri terus terjadi seperti selama 1-2 dekade terakhir ini, maka lupakan janji Prabowo untuk memajukan ekonomi yang tumbuh tinggi akan bisa tercapai.
Yang terjadi mungkin bahkan sebaliknya, di mana pertumbuhan ekonomi akan selalu di bawah 5persen karena terseret pertumbuhan industri yang sangat rendah.
Sebagai perbandingan di depan mata adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama ini di Vietnam dan India.
Mengapa India dan Vietnam berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi? Jawabnya hanya satu, yakni karena berhasil mendorong industri sebagai lokomotif pertumbuhannya.
Baca Juga: Tanggapi Eks Penyidik Soal Harun Masiku, Alexander Marwata: Saya Ketawa Saja
Sektor industri di India tumbuh dua digit, sehingga menarik ekonomi bertumbuh sampai 7 persen.
Sebaliknya dua dekade terakhir ini, sektor industri Indonesia hanya tumbuh di bawah 5 persen, sehingga mustahil bisa menarik pertumbuhan ekonomi sampai di atas 6 persen.
Mengapa Indonesia selama dua dekade ini gagal mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi?
Jawabnya sama, yakni karena gagal menempatkan sektor industri sebagai lokomotif pertumbuhan dan sekaligus karena Kementerian Perindustrian mandek dan mandul dalam menjalankan kebijakan industrinya.
Faktor kritis dalam pertumbuhan ekonomi di masa pemerintahan Prabowo nanti terletak di kementerian ini.
Ekonomi Indonesia mengalami stagnasi pertumbuhan 5 persen atau di bawahnya karena bertumpu pada konsumsi dan sektor jasa, yang bercampur dengan sektor informal.
Dengan sektor jasa yang tidak modern dan hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga, maka ekonomi kehilangan lokomotifnya, yang pada gilirannya ekonomi bertumbuh rendah atau moderat saja.
Janji kampanye Prabowo, pertumbuhan ekonomi akan dipacu sampai 8 persen, suatu target yang hampir mustahil dengan kebijakan pada saat ini dan kementerian yang tidak berbuat banyak untuk menggubah keadaan.
Jika ingin berbeda dari pemerintahan sebelumnya, maka kunci sukses terletak pada sukses atau tidaknya membenahi kementerian industri dan kebijakan idustrinya.
Tanpa itu, Indonesia akan menjadi underdog di ASEAN.
Didik J Rachbini
Rektor Universitas Paramadina, pendiri Indef
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








