Akurat

Pemerintah Arab Saudi Diharapkan Bisa Memperluas Layanan Fast Track Haji di Indonesia

Arief Rachman | 2 Juni 2024, 23:24 WIB
Pemerintah Arab Saudi Diharapkan Bisa Memperluas Layanan Fast Track Haji di Indonesia


AKURAT.CO
 Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin meninjau layanan Fast Track “Mecca Route” di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Solo, Jumat (31/5/2024).

Ma'ruf Amin menyampaikan apresiasi atas perlakuan istimewa dari Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia.

“Satu-satunya negara yang dapat tiga tempat, tiga embarkasi, itu Indonesia. Ini perlakuan istimewa dari pemerintah Saudi Arabia, dari sana diberi tiga, Jakarta, Surabaya, dan Solo, itu hanya Indonesia. Ini karena hubungan Indonesia dengan Saudi Arabia yang begitu akrab, dan begitu mesra, sehingga kita diberi perlakuan istimewa,” ujarnya dikutip Minggu (2/6/2024).

Baca Juga: Timnasday dan BRImo Jadi Perbincangan Suporter di Jagad Maya

Wapres pun berharap agar fasilitas Fast Track ini dapat diperluas ke lebih banyak bandara di Indonesia pada tahun mendatang.

“Kita harapkan nanti tahun depan itu bukan hanya tiga airport (embarkasi), bisa ditambah lagi,” imbuhnya.

Lebih jauh, Wapres menyoroti keuntungan dari adanya fasilitas Fast Track ini, yang memungkinkan proses pemeriksaan jamaah haji dilakukan dengan cepat di Indonesia, sehingga mengurangi kelelahan yang biasanya dialami jamaah saat tiba di Jeddah, Arab Saudi.

Proses pemeriksaan yang biasanya memakan waktu lima jam di Jeddah, kini hanya memakan waktu lima menit di Indonesia.

“Kalau diperiksa di Jeddah, selain lelah setelah 13 jam [atau] setelah 9 jam penerbangan ke sana, kemudian diperiksa 5 jam, antri itu. Tapi di sini hanya memakan waktu 5 menit paling lama. Bayangin, kemudahan ini luar biasa ini,” ungkap Wapres.

Baca Juga: Kecam Pemimpin Global Tak Bisa Hentikan Perang dan Kekerasan, SBY: Malang Benar Dunia Ini

Terkait lamanya waktu tunggu masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah hadi, Wapres mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia terus berupaya meminta tambahan kuota jemaah haji kepada Pemerintah Arab Saudi.

Bukan hanya tambahan 20 ribu kuota, tetapi lebih dari itu. Sebab, waktu menunggu keberangkatan haji bisa sampai 50 tahun.

“Insya Allah katanya Pemerintah Arab Saudi akan diberikan pertimbangan itu,” ujar Wapres optimis.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga mengungkapkan komitmen kedua negara dalam meningkatkan pelayanan ibadah haji, sehingga bertambah baik dari tahun ke tahun.

“Dan itu juga pelayanan kesehatan di Arab Saudi juga tambah baik, perumahan juga,” ungkap Wapres.

“Itulah usaha dari pemerintah kita dalam rangka memperbaiki pelayanan haji,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.