Akurat

Kunjungi Wilayah Terdampak Banjir Sumatera, Wapres Gibran Tekankan Bantuan Cepat dan Tepat Sasaran

Wahyu SK | 4 Desember 2025, 22:34 WIB
Kunjungi Wilayah Terdampak Banjir Sumatera, Wapres Gibran Tekankan Bantuan Cepat dan Tepat Sasaran



AKURAT.CO Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa seluruh proses distribusi bantuan harus berjalan cepat, tertib dan tepat sasaran. Mengingat tingginya kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak banjir dan longsor.

Wapres meminta agar manajemen pergudangan, proses bongkar muat serta koordinasi antarinstansi terus ditingkatkan. Agar tidak ada kendala dalam penyaluran bantuan, terutama ke daerah yang aksesnya masih terbatas.

Lebih lanjut, Wapres menginstruksikan agar data penerimaan dan penyaluran bantuan dikelola secara transparan dan terintegrasi. Sehingga seluruh pihak dapat memantau pergerakan logistik secara akurat.

Ia menekankan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto adalah memastikan seluruh korban bencana segera tertangani, serta bantuan menjangkau setiap wilayah tanpa terkecuali.

Adapun, seluruh bantuan yang masuk dari berbagai pihak melalui Lanud Soewondo akan terus disalurkan ke berbagai wilayah, antara lain Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Lhoksumawe, dan Rembele.

Baca Juga: 12 Perusahaan Diduga Berkontribusi dalam Bencana Banjir Sumatera, Menhut Belum Mau Jelaskan Identitasnya

Data lengkap mengenai bantuan yang telah diterima dan didistribusikan melalui Lanud Soewondo turut dilaporkan kepada Wapres sebagai bagian dari upaya memastikan koordinasi lintas sektor berjalan baik dalam masa tanggap darurat.

Wapres meninjau wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh dengan mendatangi gudang logistik di Pangkalan Udara TNI AU Soewondo, Medan, Kamis (4/12/2025).

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 3 Desember 2025 menyebutkan di kabupaten ini terdapat 5.286 kepala keluarga (KK) mengungsi dari 21.143 jiwa terdampak banjir dan longsor.

Dari Lapangan PTPN Batang Toru, Tapanuli Selatan, Wapres dan rombongan lepas landas menuju Kabupaten Aceh Singkil menggunakan Helikopter VVIP Kepresidenan Super Puma.

Setibanya di Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri, Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, Wapres bergerak menuju Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil, menggunakan kendaraan darat untuk meninjau wilayah yang terdampak banjir serta memastikan kebutuhan masyarakat tertangani secara tepat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Panggil Bahlil ke Istana, Desak Percepatan Pemulihan Energi di Daerah Terdampak Bencana

Di lokasi tersebut, Wapres didampingi Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, serta Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon.

Dalam peninjauan ini, Wapres menekankan pentingnya percepatan penanganan banjir, termasuk pendataan kerusakan, penyediaan logistik dan penyiapan rencana pemulihan jangka panjang.

Wapres juga menyaksikan penyerahan bantuan kemanusiaan dari PT BSI dan PT Pupuk Indonesia, yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma'ruf, kepada Bupati Aceh Singkil.

Paket bantuan Penyerahan Bantuan Bencana Hidrometeorologi" tersebut terdiri dari 200 paket logistik yang berisi beras 5 kilogram, minyak goreng satu liter, susu formula atau susu UHT, obat-obatan, roti kering atau biskuit, mie instan serta air mineral.

Bantuan ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak bencana dan masih dalam masa pemulihan.

Wapres menyambut baik langkah cepat BUMN dan menyampaikan bahwa kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha merupakan bagian penting dalam mempercepat pemulihan masyarakat.

Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban warga terdampak, sekaligus memperkuat dukungan logistik bagi mereka yang masih membutuhkan.

Baca Juga: DPR Minta Kemenkes Percepat Pengiriman Tenaga Medis ke Lokasi Bencana Sumatera

Usai peninjauan banjir, Wapres melanjutkan perjalanan ke Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, untuk meninjau kondisi jembatan yang terdampak bencana.

Di tempat ini, Wapres melakukan evaluasi kondisi infrastruktur serta mendengar laporan teknis dari pemerintah daerah dan tim penanganan bencana.

Kepada Wapres, Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, melaporkan bahwa kondisi wilayahnya yang terdampak banjir dan longsor akibat hujan ekstrem yang melanda sejak 19 November 2025.

Bencana tersebut melanda 9 kecamatan dan 67 desa, menyebabkan kerusakan luas pada permukiman, infrastruktur serta memaksa ratusan warga mengungsi sebelum situasi berangsur membaik.

"Kejadian kebencanaan akibat intensitas hujan yang tinggi ekstrem. Jadi, di sini tidak pernah begini, menurut sejarah 200 tahun yang lalu ini pak begini kejadiannya. Inilah jadi banjir dan longsor," ujarnya.

Menurut Safriadi, dalam upaya penanganan bencana, pemerintah daerah bersama TNI-Polri bekerja tanpa henti membuka akses jalan, menyalurkan bantuan serta memperbaiki infrastruktur terdampak.

Sejumlah kebutuhan mendesak juga menjadi perhatian, termasuk penambahan perahu karet, pemulihan jaringan air bersih, logistik darurat dan percepatan pembangunan tanggul yang terbukti melindungi desa dari banjir sebelumnya.

"Kami luar biasa pak di sini. Alhamdulillah kompak sekali, pak Dandim, pak Kaporles dan anggota seluruhnya bekerja, malam hari pun bekerja untuk bagaimana membuat jalan alternatif," ungkapnya.

Baca Juga: Penanganan Bencana Sumatera: TNI–Polri Buka Akses Bantuan, Fokus Penegakan Hukum dan Keselamatan Personel

Pada kesempatan terpisah, Safriadi menjealskan bahwa berbagai akses utama sempat terputus akibat kerusakan jembatan dan jalan, sehingga distribusi logistik harus dilakukan dengan sampan karet dan perahu motor.

Ia juga menyampaikan permohonan agar pemerintah pusat melanjutkan pembangunan tanggul pengaman banjir serta perbaikan infrastruktur yang rusak, termasuk jembatan dan akses menuju daerah terdampak longsor.

Menurutnya, kawasan tersebut rentan banjir tahunan akibat penurunan permukaan tanah pascagempa Aceh-Nias.

Safriadi juga menyambut baik arahan Wapres yang memastikan pemerintah pusat akan mendukung percepatan pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak.

"Alhamdulillah, kami berterima kasih atas kedatangan Pak Wapres yang datang langsung melihat kondisi masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan membantu, dan kami diminta menyiapkan rincian kerusakan dan kebutuhan secara lengkap untuk dibawa ke Jakarta," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dukungan pemerintah pusat sangat penting bagi percepatan pemulihan.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Anggaran Tambahan Penanganan Bencana Sumatera, Termasuk untuk TNI dan Polri

"Harapan kami, Aceh Singkil dapat segera pulih. Kami sampaikan ke Pak Wapres, yang paling mendesak saat ini adalah air bersih, logistik, perbaikan akses, dan kelanjutan pembangunan tanggul. Mudah-mudahan bantuan segera terealisasi," katanya.

Setelah seluruh agenda lapangan selesai, Wapres kembali menuju Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri untuk bertolak ke Pangkalan Udara TNI AU Soewondo, Medan.

Di lokasi tersebut, Wapres meninjau gudang logistik di kawasan Lanud Soewondo untuk memastikan kesiapan bantuan bagi daerah terdampak bencana di wilayah Sumatera bagian utara.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK