Prabowo Harus Contoh Era Soeharto, Pendidikan Indonesia Berhasil Lewat SD Inpres
Citra Puspitaningrum | 28 Mei 2024, 11:05 WIB

AKURAT.CO Bangsa Indonesia pernah berhasil membangun pertumbuhan ekonomi lewat perencanaan pendidikan yang baik.
Pengamat Pendidikan, Indra Charismadji mengungkapkan hal tersebut.
Hal itu dipertegas melalui hasil riset pemenang novel dibidang ekonomi, Esther Duflo. Dalam risetnya, dia menunjukkan pembangunan SD Inpres menyebabkan peningkatan pendidikan dan pendapatan.
"Indonesia kata Esther Duflo itu berhasil dengan SD Inpres. Berarti pendidikan itu ternyata berdampak bagi pertumbuhan ekonomi dan terjadi di era Pak Harto," kata Indra.
Baca Juga: Terima Audiensi Para Guru, KPK: Pendidikan Antikorupsi Harus Ditanamkan Sesuai Perkembangan Kognitif
Menurut dia, jika Indonesia ingin menjadi negara maju sudah barang tentu persoalan yang pertama harus menjadi perhatian pemerintah ialah meningkatkan kualitas pendidikan.
Tetapi yang terjadi, lanjut dia, anggaran miliaran bidang pendidikan di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) malah terkesan salah kaprah karena pembuat kebijakan bukan seorang teknokrat.
"Kebijakan itu harusnya berdasarkan kajian dan sudah ada dialog tidak ujug-ujug, kalau tidak diprotes soal uang kuliah tunggal (UKT) pasti itu bakal naik," ujarnya.
Ketika pembuat kebijakan semena-mena, kata Indra, artinya pemerintahan Presiden Jokowi menjadi tidak demokratis. Dia menyebut persoalan UKT Perguruan Tinggi harus menjadi perhatian bagi pemerintahan selanjutnya yang akan dipimpin Prabowo Subianto bersama Gibran Rakabuming Raka.
"Harapan kami sebagai aktivis pendidikan meminta presiden baru betul-betul punya kepedulian tinggi terhadap pembangunan manusia," ucapnya.
Lebih lanjut, Indra menuturkan kebijakan SD Inpres yang dinilai berhasil membangun pertumbuhan ekonomi Indonesia sepatutnya wajib ditiru dan itu seolah terlupakan di era Presiden Jokowi yang hanya fokus terhadap pembangunan benda-benda saja.
"Kenapa SD Inpres itu tidak diulangi? Itu yang dilupakan di era Pak Jokowi, manusianya tidak dibangun. Lebih mementingkan membangun infrastruktur. Harapannya Pak Prabowo punya jalan yang berbeda," pungkasnya.
Sebagai informasi kebijakan SD Inpres merupakan karya pemikiran teknokrat Indonesia Widjodjo Nitisastro di era Presiden Soeharto. Berkat pemikiranya itu warga AS bernama Esther Duflo terketuk melakukan penelitian terkait kemiskinan global yang mengantarkannya memenangkan hadiah nobel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







