Mau Shalat Ied di Masjid Istiqlal? Anda Bisa Datang Jam Segini

AKURAT.CO Masjid Istiqlal menjadi salah satu tempat langganan masyarakat, khususnya di Jakarta, untuk melaksanakan Shalat Idulfitri. Namun, padatnya jemaah akan membuat Anda sulit untuk masuk.
Pengelola Masjid Istiqlal menyarankan masyarakat datang sebelum waktu Subuh, agar bisa mendapatkan tempat di dalam masjid.
"Bagusnya, Shalat Subuh di sini. Jam 04.00 agak sedikit antre. Menjelang Subuh disteril. Begitu dibuka masuk lagi sudah langsung 'set door' untuk Shalat Subuh," kata Wakil Kepala Bidang Penyelenggara Peribadatan Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abd. Salam, di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (9/4/2024).
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1445 H Rabu 10 April 2024
Diketahui, Shalat Idulfitri berjamaah dijadwalkan berlangsung pukul 07.00, diikuti Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama keluarga besar dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dengan keluarga besar. Selain itu, pimpinan lembaga tinggi negara, menteri dan duta besar negara sahabat yang beragama Islam juga dijadwalkan hadir.
"Sekitar 200-an undangan untuk VIP, termasuk menteri, lembaga tinggi negara termasuk Pj Gubernur DKI Jakarta," ujar Abu.
Abu menuturkan khatib Shalat Idul Fitri yaitu Prof. Dr. KH. Abdul A'la Basyir dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan tema "Memperkuat Kebersamaan dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa".
Sebelumnya, terkait akses masuk menuju masjid, Abu mengatakan, masyarakat umum bisa masuk melalui pintu selain As-Salam karena diperuntukkan untuk menteri, duta besar dan pimpinan lembaga tinggi negara.
Baca Juga: Lirik Lagu Idul Fitri yang Dinyanyikan Oleh Gita Gutawa, Cocok untuk Menyambut Lebaran
"As-Salam arah Juanda itu khusus untuk menteri, duta besar dan pimpinan lembaga tinggi negara. Kalau untuk VVIP hanya presiden dan wapres beserta keluarga. Lainnya Al-Ghafar, Al-Aziz, Al-Jabar, Al-Mukmin itu semua dibuka untuk umum," kata Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.
Abu menyarankan masyarakat yang ingin melaksanakan shalat Idul Fitri di Istiqlal menggunakan kendaraan umum alih-alih pribadi mengingat keterbatasan lokasi parkir.
Selain itu, dia mengimbau masyarakat untuk berwudhu dari sejak dari rumah dan tak membawa barang-barang berharga. Masyarakat yang membawa tikar dari rumah diingatkan untuk membawanya kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









