Akurat

Belajar dari Kecelakaan Tol Jakarta-Cikampek, Ini 7 Tips Mengemudi di Jalur Contraflow

Iwan Gunawan | 8 April 2024, 16:02 WIB
Belajar dari Kecelakaan Tol Jakarta-Cikampek, Ini 7 Tips Mengemudi di Jalur Contraflow

AKURAT.CO Kecelakaan maut terjadi di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (8/4/2024) pagi di jalur contraflow, menewaskan 12 orang dengan melibatkan 3 kendaraan.

Kecelakaan tersebut bermula ketika mobil Daihatsu Gran Max berada di jalur contraflow arah Cikampek yang mengalami masalah dan menepi di bahu jalan. Lalu, datang sebuah bus Primajasa melaju dari arah Cikampek menabrak Daihatsu Gran Max yang sedang menepi dan terbakar di lokasi.

Kemudian satu kendaraan Dihatsu Terios melaju dengan kecepatan tinggi, menabrak bus dan Grandmax di depannya, sehingga mobil tersebut ikut terbakar.

Baca Juga: Polisi Ungkap Identitas Pemilik Mobil Grand Max yang Hangus Terbakar dalam Kecelakaan Tol Japek

Dampak dari kecelakaan tersebut, petugas menutup sementara jalur contraflow yang mengarah ke Cikampek. Sampai saat ini polisi masih meninjau lokasi kecelakaan dan bersiaga untuk melakukan olah TKP.

Untuk menghindari kecelakaan yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek, berikut 6 tips mengemudi di jalur contraflow berikut ini.

1. Pahami jadwal dan titik contraflow

Memahami jadwal dan titik lokasi contraflow perlu dilakukan sebelum melintasinya. Biasanya informasi mengenai aturan tersebut tertera di media sosial atau operator jalan tol dari rambu-rambu yang terpasang.

2. Jangan sampai terlewat pintu keluar tol

Biasanya jalur contraflow hanya memiliki satu pintu masuk dan satu pintu keluar. Apabila pintu gerbang keluar tol telah terlewat, maka penegemudi harus melanjutkan perjalanan hingga jalur contraflow selesai dan tidak boleh memutar arah di tengah perjalanan tol.

3. Lakukan persiapan di lajur kanan sebelum memasuki contraflow

Sebelum memasuki pintu masuk jalur contraflow, pengemudi perlu mempersiapkan kendaraan di lajur kanan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kelewatan atau melakukan manuver secara mendadak.

4. Mengatur kecepatan mobil

Saat berkendara di jalur contraflow, pengemudi tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat. Kecepatan ideal di jalur ini ialah 60 km/jam. Selain itu pengemudi harus menjaga jarak degan kendaraan di depan maupun belakang agar tidak terjadi kecelakaan.

5. Tetap di jalur contraflow

Apabila mobil di depan berjalan terlalu lambat, pengemudi harus tetap di jalur contraflow dan jangan menyalip. Hal ini dikarenakan mobil akan berhadapan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan sehingga memiliki risiko tingkat kecelakaan yang tinggi.

6. Gunakan metode safety driving

Menggunakan metode safety driving juga patut dilakukan saat mengemudi di jalur contraflow. Pengemudi diharapkan tidak bermain ponsel saat membawa kendaraan dan fokus melihat arah ke depan, sisi kanan dan kiri melalui spion dan sesekali menengok ke arah belakang.

7. Pastikan sopir dalam kondisi prima

Ketika mengemudi di jalur contraflow, sopir harus dalam kondisi prima. Hal ini menjadi salah satu aspek terpenting dalam berkendara agar tidak menyebabkan kecelakaan di jalan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.