Akurat

Mengaku Dibayar, Massa Aksi Mengatasnamakan HMI yang Demo Bahlil di Depan KPK Akhirnya Minta Maaf

Herry Supriyatna | 18 Maret 2024, 16:55 WIB
Mengaku Dibayar, Massa Aksi Mengatasnamakan HMI yang Demo Bahlil di Depan KPK Akhirnya Minta Maaf

AKURAT.CO Massa aksi yang mengatasnamakan dari gerakan Himpunan Mahasiswa (HMI) mengaku dibayar untuk mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Investasi atau BPKM, Bahlil Lahadalia

Berdasarkan pengakuan Koordinator aksi bernama Rashif Agby Zharfan mereka dibayar oleh salah satu petinggi parpol dengan nominal uang jutaan rupiah.

"Perlu saya sampaikan bahwa aksi demonstrasi di depan gedung KPK pada 15 Maret dilakukan bukan inisiatif kami melainkan arahan dari salah satu fungsionaris parpol," kata dia dalam video klarifikasinya, Minggu (17/3/2024).

Baca Juga: PAN Siap Gugat Sengketa Hasil Pemilu di Sejumlah Daerah: Papua, Jateng, NTB

Lebih lanjut, Rashif mengaku bahwa demonstrasi dengan tuntutan mendesak Presiden Joko Widodo dan KPK untuk segera mencopot Bahlil dari jabatannya merupakan rekayasa.

Itu dalam kasus dugaan menyalahgunakan kewenangannya dalam pencabutan dan pengaktifan kembali izin usaha pertambangan (IUP) serta hak guna usaha (HGU).

Kemudian juga terkait dugaan Bahlil menerima fee sebesar Rp25 miliar untuk mengaktifkan kembali IUP dan HGU. Dia menegaskan, tidak tahu menahu dalam isu tersebut. Sebab, semua tuntutan aksi merupakan titipan dari seseorang.

Baca Juga: Namanya Dicatut Dalam Dugaan Pungli Perizinan Tambang, Bahlil Siap Tempuh Jalur Hukum

"Kami juga ingin menegaskan bahwa, demonstrasi yang dilakukan oleh kami berjalan sesuai intruksi dan arahan, termasuk mendatangi sekretariat PB HMI dan Tugu Tani dan kami menegaskan aksi demonstrasi tadi berjalan secara damai tanpa ada konflik sehingga berita soal terjadinya konflik sebagaimana diberitakan oleh media tidaklah benar melainkan rekayasa dari pihak-pihak tertentu," beber Rashif.

Dalam video tersebut, Rashif Agaby juga menyampaikan minta maaf kepada Menteri Investasi/BPKM Bahlil Lahadalia karena telah mencoreng nama baiknya dengan isu tuntutan demonya di depan gedung KPK.

Dia juga mengaku, video permintaan maaf ini tidak ada tekanan atau paksaan dari pihak manapun. Rashif Agaby menegaskan, permintaan maaf itu karena merasa bersalah telah mencemarkan nama baik Bahlil.

Baca Juga: Soal Jatah Menteri, Golkar Duga Sudah Ada Obrolan Informal Antara Airlangga dan Prabowo

"Selaku pribadi dan sebagai koordinator aksi, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Investasi Bapak Bahlil Lahadalia atas aksi demo yang sudah kami lakukan sehingga merugikan nama baik Bapak dan keluarga," ungkapnya.

Senada, pria atas nama Hidayatuloh selaku pembuat spanduk demo yang berituliskan #KPK Segera Periksa dan Tangkap Bahlil# mengaku mendapatkan bayaran.

"Selaku pribadi benar hanya bertugas mencetak spanduk yang mengatasnamakan jaringan Aktivis HMI atas arahan dan perintah," ucapnya.

Tak hanya itu, Hidayatuloh juga mengaku mendapat arahan untuk memasang spanduk tersebut di berbagai jalan yang ada di Jakarta.

"Saya selaku pribadi juga di perintahkan oleh Risman Hasibuan setelah selesai aksi demonstrasi untuk mencetak lagi spanduk yang mengatasnamakan jaringan aktivis HMI yang menyerang harkat dan martabat Pak Bahlil Lahadalia," ucapnya.

"Saya juga diperintahkan untuk memasang spanduk yang menyerang nama baik dan harkat martabat pak Bahlil Lahadalia di jalan-jalan di daerah Jabotabek," sambungnya.

Baca Juga: 4.992 Polisi Kawal Penetapan Rekapitulasi Suara Pemilu 2024

Selain itu, Hidayatuloh mengaku diperintahkan untuk mengumpulkan massa demo bayaran dalam aksi di depan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu.

"Saya juga sering diperintahkan untuk mencari masa aksi bayaran untuk demo-demo pesanan dan termasuk demo di Bawaslu dan KPU pada tanggal 26 Februari 2024 terkait isu Bahlil Lahadalia intervensi KPU Papua Barat dan KPU Fak-fak," tuturnya.

Hidayatuloh juga menyampaikan permintaan maaf karena telah mencoreng nama baik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri BPKM.

"Saya minta maaf kepada Pak Bahlil karena telah mencoreng nama baik Pak Bahlil. Saya menyampaikan minta maaf tidak tekanan dan paksaan dari pihak manapun, sekali lagi saya minta maaf," imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.