Himpunan Mahasiswa Islam: Dedikasi 7 Dekade untuk Indonesia

SEJAK didirikan pada tahun 1947, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) telah menjadi salah satu organisasi pemuda terdepan di Indonesia.
Dengan jutaan kader yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air, HMI tidak hanya menjadi wadah pengembangan diri bagi mahasiswa Islam, tetapi juga telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia, mulai dari pendidikan, politik, ekonomi, hingga sosial budaya.
Kiprahnya dalam menyiapkan pemuda yang cerdas, terampil, dan berakhlak mulia telah memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan Indonesia.
Sejak periode Semester I-2023 yang lalu BPS (2023) mencatatkan jumlah populasi Indonesia mencapai 278,7 juta jiwa, dengan kontribusi usia produktif usia 15-64 tahun sebesar 69 persen.
Populasi Indonesia meningkat sebesar 1,05 persen dibandingkan periode sebelumnya. Di sisi lain, kontribusi penduduk usia muda (milenial dan Gen Z) mencapai kurang lebih 54 persen dari total populasi.
Baca Juga: Influencer dan Kreator Indonesia Maju Gelar Nobar Debat Capres
Tingginya kontribusi pemuda dan usia produktif dalam populasi Indonesia merupakan modal besar bagi upaya mewujudkan Visi Indonesia 2045.
Namun demikian gerak langkah pemuda harus semakin masif dan akseleratif mengingat gejala aging population sudah mulai nampak dari proyeksi penduduk usia 65 tahun ke atas mencapai 14,6 persen pada periode 2045 mendatang (Bappenas, 2023).
Hal ini sejalan dengan proyeksi BPS (2023) bahwa dependency ratio Indonesia akan meningkat menjadi 48,3 dan 54,1 pada masing-masing periode 2035 dan 2045 mendatang.
Dengan demikian pengelolaan dan kontribusi peran sumber daya manusia Indonesia perlu untuk terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Secara umum Indonesia harus dapat bertumbuh pada rata-rata kisaran 6 persen hingga 8 persen per tahun untuk agar sampai pada Visi Indonesia 2045 mendatang sebagai negara maju.
Baca Juga: Jamin Perlindungan Pekerja Migran, Ganjar Optimalkan Peran Kementerian
Optimisasi sumber daya, khususnya human capital menjadi aspek paling fundamental untuk meningkatkan peluang tercapainya target pertumbuhan tersebut.
Peran pemuda, khususnya kader-kader HMI di seluruh Indonesia menjadi semakin crucial. Dengan demikian, Visi Indonesia 2045 bukanlah sekedar mimpi, melainkan peta jalan yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, tidak terkecuali kader-kader HMI di seluruh Indonesia.
Dedikasi Kader HMI untuk Indonesia
Selama lebih dari tujuh dekade, kader-kader HMI telah menjadi pilar utama dalam aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Perwujudan dedikasi kader HMI tidak hanya dalam bentuk gagasan, namun manifestasi dari ide yang diaktualisasikan secara nyata dan terukur pada segala lini kehidupan sebagai Bangsa Indonesia.
Dedikasi kader-kader HMI semakin membumi mulai dari ruang-ruang ilmiah (insan akademis), ruang-ruang aksi (pencipta), dan ruang-ruang kontribusi (pengabdi) secara berkelanjutan.
Tahun 2045 merupakan momen bersejarah bagi Bangsa Indonesia, di mana Indonesia akan genap berusia 100 tahun.
Untuk meraih cita-cita bersejarah tersebut, maka lahirlah Visi Indonesia 2045 dalam rangka menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah membuat grand line bahwa di tahun 2036, Indonesia mampu keluar dari perangkap pendapatan menengah (middle-income trap), kemudian di tahun 2045 Indonesia sudah menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita sekitar USD23.199 (Bappenas, 2019).
Baca Juga: Singgung Ketidakadilan, Anies Janji Kembalikan Gagasan Pendiri Bangsa ke Format Awal
Proses perkaderan HMI yang dimulakan pada level basic training, intermediate training, hingga advanced trainingmerupakan aspek paling fundamental bagi terbinanya kader-kader yang bertanggung jawab atas terwujudnya pembangunan Visi Indonesia 2045.
Pemuda Indonesia, yang didominasi oleh generasi millennials (kurang lebih 26 persen) dan Gen Z (kurang lebih 28 persen), akan diproyeksikan berusia 40–55 tahunan pada periode 2045 mendatang, usia di mana generasi ini akan secara masif memegang tanggung jawab menjalankan roda kepemimpinan Bangsa Indonesia.
Dengan kata lain, Pemuda Indonesia hari ini merupakan stakeholders utama bagi perwujudan Visi Indonesia Emas 2045 mendatang. Dengan populasi muda yang besar, Indonesia memiliki potensi demografis yang luar biasa.
Namun, data terbaru menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 7,86 juta, dengan mayoritas di antaranya berasal dari Gen Z (20,63 persen) yang merupakan tantangan terbesar bagi upaya mewujudkan pembangunan ekonomi secara berkelanjutan.
Dengan komposisi penduduk yang sebagain besar didominasi generasi muda, yang berarti negara ini memiliki kekuatan kerja yang besar dan dinamis, siap untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi.
Baca Juga: Komitmen Memihak Difabel, Prabowo: Kami yang Sponsori UU Disabilitas di DPR
Kader-kader HMI memainkan peran penting untuk menyiapkan kader-kadernya untuk menyongsong hal tersebut. Pembinaan yang dilakukan HMI tidak terbatas pada aspek intelektual semata, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual dan sosial.
Kader HMI juga dibekali berbagai keterampilan, seperti berpikir kritis, analitis, penggunaan teknologi, pemantauan, dan kontrol terhadap dinamika yang terjadi di sekitarnya.
Dengan demikian, HMI berhasil mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ini merupakan warisan berharga HMI, sebuah prinsip yang melekat dalam DNA setiap kadernya.
Kader Menyongsong Masa Depan
Seiring dengan langkah waktu yang terus bergerak, HMI memasuki era baru dengan semangat yang tidak pernah padam.
Kini, di tengah tantangan global yang semakin kompleks, HMI dipanggil untuk memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam mempromosikan keislaman yang moderat, toleran, dan inklusif.
Organisasi ini dihadapkan pada tugas untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan tuntutan zaman yang membutuhkan kecerdasan, kreativitas, dan adaptabilitas.
HMI terus berusaha memadukan kekuatan tradisi dengan inovasi, memperkaya wawasan anggotanya dengan pengetahuan dan teknologi terkini, sekaligus mempertahankan akar keislaman yang kuat dan mendalam.
Baca Juga: Bank DKI Ikut Berpartisipasi dalam Program Pemberian Gizi dan Penanganan Stunting
Dalam hal ini, suara generasi muda diperlukan untuk menyongsong Visi Indonesia 2045. Pemuda Indonesia harus melek dan proaktif dalam mengawal setiap aspek kebijakan yang berkenaan dengan hajat hidup orang banyak (public policy).
Para pemuda perlu untuk turut aktif menyuarakan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan publik. Peran-peran strategis pemuda dalam kehidupan berbangsa sebagaimana termaktub dalam Nilai-Nilai Dasar Perjuangan HMI termanifestasi melalui aksi nyata kader, baik dalam bentuk gagasan ilmiah hingga pengawalan terhadap kebijakan publik.
Di tengah digitalisasi teknologi dan informasi, semakin banyak platform dan media sosial sebagai media untuk berekspresi dan menyuarakan isu-isu sosial politik di masyarakat. Cara-cara lama dipandang sebagian sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.
Oleh karena itu, engagement melalui konten-konten di media sosial diharapkan mampu untuk meningkatkan awareness akan pentingnya kepedulian sosial & politik oleh para generasi muda saat ini.
Baca Juga: Google Translate Rilis Mode Percakapan, Secara Otomatis Terjemahkan Bahasa
Pastinya satu orang pemuda yang sadar saja tidak cukup, oleh karena itu dibutuhkan para pemuda yang bersatu dalam ide, visi, dan inovasi untuk mencari terobosan terhadap berbagai tantangan hingga masalah yang kita hadapi saat ini, seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya.
Bukankah sebuah pepatah kontemporer sering terlintas “…bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh…?”. Nampaknya kita harus kembali untuk menerapkan sebaik mungkin ajakan moral dari pepatah itu.
Penutup
Extraordinary times require extraordinary measures. Jalan menuju Indonesia 2045 tentunya merupakan langkah yang masih panjang, setidaknya 21 tahun lagi dari tahun 2024 sekarang.
Indonesia emas 2045 tentunya akan menjadi endgame dari apa yang sudah kita sebagai bangsa Indonesia usahakan dan perjuangkan selama ini dimana di tahun tersebut, Indonesia juga tepat menginjak hari kemerdekaannya yang ke-100.
Proyeksi tingginya kontribusi usia produktif Indonesia di tahun 2030 menjadi hal yang inevitable, artinya peran milenial memegang peranan yang dominan dan vital dalam menentukan keberlangsungan endgame di tahun 2045 mendatang.
End game tersebut dapat berbuah manis dengan semangat dan optimisme tinggi dari pemuda untuk menjadi Bangsa Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur.
-----
Bagas Kurniawan
Ketua Umum PB HMI
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










