Surat Suara di Taipei Tercoblos, TPN Ganjar-Mahfud Antisipasi Kecurangan

AKURAT.CO Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud mulai mengantisipasi langkah terjadinya kecurangan, menyikapi kasus terdistribusi dan tercoblosnya surat suara di Taipei, Taiwan. Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto, mengungkapkan, langkah-langkah antisipasi perlu disiapkan kalau memang sudah muncul indikasi kecurangan yang kuat.
Menurut Andi, TPN Ganjar-Mahfud tetap fokus pada strategi pemenangan. Hal ini mencakup pula pada langkah-langkah antisipasi melalui mekanisme legal formal mencegah terjadinya upaya manipulasi suaara.
“TPN Ganjar-Mahfud tidak akan mengomentari hal itu lebih banyak. TPN tetap fokus mempersiapkan strategi Pemilu dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif jika memang terjadi kecurangan dalam proses pesta demokrasi, yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024,” kata Andi, di Jakarta, Kamis (28/12/2023).
Baca Juga: Kasus Surat Suara di Taipei Tercoblos, KPU-Bawaslu Silang Pendapat
Adanya video viral yang menunjukkan surat suara di Taipei terdistribusi di luar jadwal, juga disikapi capres nomor urut 1, Anies Baswedan. Capres yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar lantas memepertanyakan apakah kontestasi nasional bisa dilaksanakan dengan prinsip jujur dan adil.
Andi menilai, kekhawatiran Anies tidak relevan karena bukan bagian dari strategi menghadapi pemilu. Kalau dalam urusan pemilu, seluruh kontestan harus melakukan pendekatan mampu mengendalikan segala situasi.
“Terkait yang disampaikan Mas Anies tentang pemilu apakah akan berlangsung adil dan jujur, ini berarti kami berhadapan dengan strategi non pemilu. Kalau strategi pemilu kami bisa mengendalikan, apa yang kami harus lakukan,” ungkapnya.
Baca Juga: Mahfud Ragukan Kasus Surat Suara di Taipei Tercoblos, Ganjar Minta DPR Panggil KPU
Strategi non pemilu, lanjut Andi, harus mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga demokrasi dan melaksanakan agenda reformasi Indonesia. Sedangkan strategi pemilu yang diterapkan Ganjar-Mahfud menyangkut pada empat aspek yakni kandidat, program, komunikasi media dan kinetik teritorial.
“Strategi pemilu itu artinya, kami perkuat karakter Mas Ganjar dan Prof Mahfud. Kami yakinkan pemilih bahwa program-program yang ada di visi misi memang dibutuhkan untuk Indonesia menjadi lebih baik,” katanya.
Capres-cawapres nomor urut 3 harus bergerak secara kinetik teritorial untuk menarik suara pada akar rumput. TPN lebih fokus pada agenda pemenangan pemilu dan menyiapkan langkah antisipasi kalau situasi curang mulai nampak terjadi secara massif dan sistematis.
Baca Juga: Surat Suara di Taipei Tercoblos, Bawaslu Periksa PPLN
“Itu strategi pemilu, itu yang kami lakukan di TPN. Kalau strategi pemilu, kami yakin karakter Mas Ganjar dan Prof Mahfud. Kami meyakini program-program yang dijalankan dan kami yakin komunikasi media kami. Kami juga meyakini gerak kinetik teritorial dan strategi pemilu. Kami yakin itu,” ungkapnya.
Mantan Gubernur Lemhanas itu juga menjelaskan tentang perbedaan antara strategi Pemilu dan strategi non pemilu, yang belakangan dicampuradukan atau ditabrakan.
“Akhirnya yang diuji adalah demokrasi kita itu sudah sematang apa, sehingga ketika publik melihat ada strategi-strategi non pemilu bertabrakan dengan strategi Pemilu, lalu menimbulkan suatu kesadaran untuk memperkuat demokrasi di Indonesia,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









