Anggap Enteng Kebocoran DPT, PKS Sentil Menkominfo

AKURAT.CO PKS menyentil Menkominfo Budi Arie yang dianggap menyepelekan kasus kebocoran data daftar pemilih tetap (DPT). Kebocoran data DPT jelang pemilu merupakan malapetaka bagi demokrasi, yang perlu diambil tindakan serius.
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Sukamta menyebut, kebocoran data publik yang dilakukan peretas Jimbo hingga menjualnya di situs gelap, merupakan pukulan telak untuk pemerintah. Dia menyayangkan sikap Menkominfo yang menilai data yang diretas merupakan data biasa dan bukan persoalan serius.
“Ini malapetaka untuk rakyat dan demokrasi. Kok malah dibilang data biasa,” kata Sukamta, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (4/12/2023).
Baca Juga: Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran KPU Soal Kebocoran Data DPT Pemilu 2024
Dirinya mengingatkan semangat membentuk UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) pada 2022 dilatari maraknya kasus kebocoran data yang terus terulang. Kini data DPT berhasil dijebol dan dijual pelaku melalui situs gelap.
Sukamta menyebut, data warga yang dicuri meliputi meliputi NIK, nomor KK, nomor KTP, nomor paspor, nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, kodefikasi kelurahan, kecamatan dan kabupaten serta kodefikasi TPS, yang terekam dalam DPT. Artinya data-data tersebut tergolong pribadi dan masuk kualifikasi UU PDP.
“Kita anggap kejadian-kejadian tersebut berbahaya untuk bangsa kita. Pernyataan Pak Menteri seolah menyepelekan hal itu. Peretasan sistem elektronik yang dimiliki lembaga pemerintah dan kebocoran data pribadi itu sangat bahaya. Bukan hanya terkait motif ekonomi, tapi ini bisa mengacaukan proses Pemilu 2024,” kata Sukamta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









