Elektabilitas Ganjar Ungguli Prabowo dan Anies, Mahfud Menang dari Gibran dan Muhaimin

AKURAT.CO - Elektabilitas calon presiden Ganjar Pranowo menduduki posisi teratas dalam survei terbaru yang digelar Lembaga Pemilih Indonesia atau LPI. Adapun posisi kedua ditempati Prabowo Subianto dan terakhir Anies Baswedan.
"Elektabilitas calon presiden simulasi tiga nama Anies Baswedan 24,30%, Ganjar Pranowo 37,45%, Prabowo Subianto 33,25%," demikian dikutip Akurat.co dari keterangan tertulis LPI, Jumat (17/11/2023).
Dalam simulas dua nama antara Ganjar dan Anies, politisi PDIP itu tetap berada di posisi teratas. Elektabilitas Ganjar 44,20% unggul jauh dari Anies dengan elektabilitas 35,85%.
Suara Ganjar bertambah satu poin jika disimulasikan dengan Prabowo. Dia berada di posisi 43,85% beda tiga poin dari Prabowo dengan angka 40,50%.
Baca Juga: Hasil Survei Terbaru Pemilu 2024: TNI dan Polisi Dipercaya Netral, KPU dan Aparatur Daerah Tidak
Berdasarkan survei yang sama, elektabilitas Mahfud MD sebagai cawapres menempati urutan teratas unggul dari Gibran Rakabuming Raka di urutan dua dan Muhaimin Iskandar di urutan buncit.
Bahkan tingkat keterpilihan Muhaimin beda tipis dengan responden yang tidak menjawab/tidak tahu.
"Elektabilitas cawapres simulasi tiga nama Gibran Rakabuming Raka 32,50%, Mahfud MD 35%, Muhaimin Iskandar 17,25%. Tidak tahu/tidak menjawab," tulis LPI.
Elektabilitas Mahfud MD melambung dalam simulasi dua nama dengan Gibran. Menteri Pertahanan itu mendapatkan elektabilitas 50,15% sementara Gibran 42,50%.
Elektabilitas Mahfud MD juga tidak jauh berbeda dalam simulasi dua nama dengan Anies Baswedan. Mahfud 50,25%, Anies 40,50%.
Simulasi berikutnya, Ganjar dengan Muhaimin, elektabilitas putra sulung Presiden Jokowi itu di angka 41,25% unggul dari Muhaimin yang hanya sebesar 36,60%.
"19,15% tidak tahu/tidak menjawab," demikian hasil survei LPI.
Baca Juga: Mayoritas Tak Setuju Putusan MK, Gibran Cawapres Prabowo Sarat Nepotisme
Survei dilakukan LPI pada 9 - 13 November 2023. Populasi survei adalah WNI yang pada hari pemungutan suara tanggal 14 Februari 2024 berumur 17 tahun atau lebih dan mempunyai hak memilih.
Survei menggunakan teknik multistage random sampling dimana subjek yang diambil sebagai sampel adalah populasi penelitian yang besar dan berasal dari 18 Provinsi di Indonesia.
Berdasarkan teknik sampling tersebut, jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 1300 responden. Margin of error dari ukuran sampel sebesar ±2,83 pada tingkat kepercayaan 95%.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







