Gibran Diberi Lampu Hijau, PDIP Yakin Hakim MK Dihadiahi Sanksi

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) meyakini Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang diketuai Jimly Asshiddiqie, bakal menjatuhkan sanksi kepada hakim konstitusi yang keblinger dalam mengadili perkara UU Pemilu. Putusan kontroversial MK yang menambah norma baru syarat capres-cawapres, telah memberi lampu hijau kepada Gibran Rakabuming maju sebagai cawapres.
Ketua DPP PDIP, Djarot Syaiful Hidayat menilai, Jimly bukan hanya punya kompetensi, tetapi memiliki integritas untuk menjewer hakim konstitusi yang melanggar etik, ketika menjalankan tugasnya. Terlebih, buntut putusan terhadap uji materi Pasal 169 huruf q UU Pemilu, seluruh hakim konstitusi termasuk Ketua MK Anwar Usman dilapor melanggar etik.
"Saya percaya bahwa Prof Jimly itu dan dua anggota yang lain punya integritas yang kuat untuk bisa memberikan teguran, tindakan, atau sanksi ya, secara etik, kepada hakim-hakim MK yang diadukan oleh banyak pihak," kata Djarot, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (31/10/2023).
Baca Juga: MKMK Tak Punya Wewenang Batalkan Putusan MK
Djarot mengaku ikut kecewa melihat kinerja MK yang sudah keluar jalur, karena mengadili perkara kebijakan hukum terbuka (open legal policy), yang menjadi ranah DPR bersama pemerintah. Putusan MK terhadap perkara UU Pemilu, menandakan badan pengawal konstitusi tidak bebas dari intervensi atau kepentingan.
"Kami menunggu apa yang menjadi keputusan dari Mahkamah Kehormatan yang sekarang lagi bekerja," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Tiga Laga Menanti di Grup A
- 9Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sebanyak 209,78 Hektare Masih Proses Pemadaman
- 10Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas







