Capres Harus Punya Solusi Atasi Dampak Perubahan Iklim

AKURAT.CO Agenda suksesi nasional harus diisi dengan solusi terhadap tantangan yang dihadapi bangsa dan situasi global. Isu perubahan iklim salah satu persoalan besar yang perlu ditawarkan para capres kepada publik untuk segera diatasi.
Celakanya, para capres yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan tidak banyak membicarakan dampak dan solusi mengatasi perubahan iklim. Padahal, dampak dari perubahan iklim mengancam generasi penerus, yang rentan mengalami kecemasan, bencana alam, krisis pangan, kehilangan mata pencaharian, hingga rusaknya ekosistem alam.
"Dampak ekonomi perubahan iklim juga mengkhawatirkan. Bappenas memprediksi Indonesia akan mengalami kerugian sebesar Rp544 triliun pada periode 2020-2024. Selain itu, Indonesia juga bisa kehilangan 30 persen-40 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) atau Rp132 triliun akibat kerugian dari sektor pertanian, kesehatan, dan kenaikan permukaan laut," kata pakar kesehatan Monash University, Grace Wangge, dalam sebuah acara diskusi yang digelar di Jakarta, Kamis (19/10/2023).
Baca Juga: Menkeu Sedunia Bahas Permasalahan Iklim, Singgung 3 Hal Ini
Berdasarkan riset terhadap unggahan terkait isu perubahan iklim, hanya 8 persen dari elite mencakup ketum parpol yang membicarakannya. Sedangkan kalangan menteri tembus 80 persen.
Data ini menunjukkan bahwa isu perubahan iklim belum menjadi fokus para elite untuk segera dituntaskan. "Isu perubahan iklim yang dibicarakan politisi pun masih di taraf kebijakan dan tidak menyentuh dampak yang dirasakan langsung masyarakat," ungkap Chair Monash Climate Change Communication Research Hub (MCCCRH) Indonesia Node, Ika Idris.
MCCRH meluncurkan buku bertajuk “Navigasi Isu Perubahan Iklim di Pemilu 2024: Panduan Komunikasi untuk Para Politisi” yang diharapkan bisa menjadi manual bagi para elite untuk memahami sekaligus mendorong solusi dari dampak perubahan iklim. Diharapkan isu ini dibahas dalam kampanye Pemilu 2024.
Baca Juga: Kenapa Krisis Iklim Picu Inflasi Pangan?
Waketum Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengakui perlu adanya edukasi terhadap konstituen terkait isu perubahan iklim. Dia menganggap terdapat tantangan tersendiri dalam menyosialisasikan persoalan iklim.
"Berangkat dari pengalaman, yang mereka tangkap itu ya isu sandang, pangan, papan," kata Saras.
Juru Bicara pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin), Surya Tjandra menyebutkan, sudah menjadi tugas para elite untuk mengangkat isu yang substantif, sekaligus mencerahkan publik. Dia meyakini mayoritas masyarakat belum tercerahkan atas dampak perubahan iklim, yang sejatinya sudah terasa.
"Tapi tugas kita sebagai politisi untuk memulai dan mengedukasi masyarakat bahwa ini penting. Kuncinya adalah kolaborasi dan penting mengkombinasikannya dengan aksi nyata," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









