Perjalanan Hidup Ikan Salmon, Hewan Yang Memiliki Tujuan Hidup Berdasarkan Insting

AKURAT.CO Insting merupakan sebuah respons, perasaan, perlakuan yang didasari oleh kebiasaan yang dilakukan secara berulang. Manusia memiliki insting, tapi hewan menunjukan mampu mengeksploitasi instingnya ke tahap yang tidak dapat dijelaskan oleh akal manusia.
Hal ini membuat tidak jarang manusia belajar dari hewan. Pada hal ini, Salmon merupakan salah satu hewan yang memiliki siklus dan tujuan hidup menarik berdasarkan insting mereka.
Pada dasarnya salmon memiliki 8 spesies di dunia, 7 terdapat di samudera pasifik dan sisanya terdapat di samudera atlantik. Meski dikenal sebagai ikan laut, faktanya salmon bisa hidup di air tawan dan air laut.
Dalam dunia ikan, terdapat dua golongan ikan yang bermigrasi. Untuk ikan yang lahir dan bertelur di air laut kemudian bermigrasi ke air tawar disebut katadromus.
Sementara sebaliknya di sebut anadromus. Salmon merupakan salah sau diantaranya, hal itu membuat salmon memiliki perjalannan hidup yang menarik.
salmonBaca Juga: Cara Makan Salmon Mentah Yang Sehat, Jangan Asal Santap
Kelahiran
Awal mula siklus hidup salmon dimulai di hulu sungai. Telur merek menetas dari dasar sungai di bali bebatuan hingga tercampur dengan pasir yang terdapat di dasar sungai.
Bayi salmon yang baru menetas disebut alevin. Mereka berwarna merah dengan kantung yang melekat ditubuh mereka.
Alevin atau anakan salmon untuk saat ini hanya bisa menjalani hidup dibalik krikil di dasar sungai untuk terhindar dari predator dan terhindar dari terseret arus sungai.
Lima minggi setelah kelahiran, alevin atau anakan salmon sudah mulai memahami bahaya. Mereka sudah tumbuh sebagai ikan-ikan kecil dengan panjang 2cm dan mulai menjelajahi sungai.
Pada fase ini, anakan salmon banyak yang mengalami kematian akibat kalah persaingan, dimangsa predator, atau terseret arus sungai.
Untuk alevin yang berhasil mencapa umur 1 tahun, mereka masuk ke dalam fase smolt. Di fase ini para salmon muda akan membentuk sebuah kelompok untuk memulai perjalanan dan petualangan mereka menuju laut lepas.
Awal Mula Perjalanan Hidup
Setelah para salmon muda selesai membentuk sebuah kelompok, mereka akan memulai perjalanan pertama mereka menuju lautan lepas. Jarak yang mereka tempuh untuk sampai ke lautan tidaklah sedikit.
Beberapa dari mereka bahkan harus menempuh jarak ribuan kilometer untuk menuju ke lautan, tergantung tempat dimana mereka dilahirkan. Salmon Chinook yang lahir di Sungai Yakon, Canada bahkan harus menempuh jarak 2960 km menuju laut.
Dalam fase ini, salmon akan berhadapan dengan banyak sekali predator, khususnya di muara sungai. Di muara sungai, para predator salmon muda sudah menunggu untuk memangsa, beberapa predator antara lain manusia, anjing laut, beruang, burung, dan masih banyak lagi. Bagi salmon muda yang berhasil lolos, mereka akan mejalani sebuah petualangan baru di laut lepas.
Baca Juga: Lezat Dijadikan Sasihimi, Ini Tips Memilih Salmon Yang Benar!
Dunia Baru dan Petualangan Baru
Salmon muda yang berhasil lolos dari predator yang menunggu di muara sungai, kini akan menjalani sebuah petualangan baru di dunia yang baru mereka kenali.
Untuk beradaptasi dengan dunia baru, salmon akan melakukan proses yang disebut osmoregulasi yaitu penyesuaian tubuh dengan air asin yang berada di laut.
Saat menjalani kehidupan di laut, mereka memiliki bakat yang sangat membantu mereka dalam beradaptasi.
Mereka mampu mengontrol jumlah larutan dalam tubuhnya agar tetap seimbang dengan meminum lebih banyak air dan membuang kelebihan garam melalui urine dan insangnya. Bakat inilah yang membuat mereka mampu beradaptasi dengan air asin.
Di lautan, mereka akan menghabiskan waktu selama 2 sampai 7 tahun hingga tiba saatnya mereka berada di fase reproduksi.
Kelahiran Kembali
Ketika tiba fase reproduksi, untuk ke dua kainya salmon berkumpul kembali dan melakukan migrasi kembali ke air tawar. Salmon akan bermigrasi ke tempat pertama kali mereka menetas.
Hal tersebut merupakan insting yang mereka eksploitasi hingga manusia pun tidak dapat menjelaskan cara mereka kembali ke titik mereka pertama kali menetas untuk bertelur.
Salmon hanya bisa bertelur di air tawar, oleh karena itu migrasi kali ini bertujuan untuk meletakan benih mereka di tempat pertama kali mereka menetas.
Dalam perjalanan ini, salmon yang memiliki tujuan ke hulu sungai akan menantang derasnya arus air sungai yang mengalir menuju muara. Migrasi ini dilakuka pada musim gugur antara September sampai November.
Tidak perduli seberapa jauh seekor salmon menjelajahi sungai hingga lautan lepas dan berenang ribuan kilometer dari tempat mereka pertama kali menetas. Seekor salmon pada akhirnya akan kembali lagi ke titik awal mereka menetas untuk menetaskan anakan salmon muda yang baru.[] (Sastra Yudha Muhidin)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






