Akurat

IKN Nusantara Jadi Kota Zero Emisi Karbon Pada 2030

Eko Krisyanto | 1 Oktober 2023, 14:21 WIB
IKN Nusantara Jadi Kota Zero Emisi Karbon Pada 2030

AKURAT.CO Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara berambisi untuk menjadi kota dengan nol emisi karbon pada tahun 2030.

Upaya ini akan tercantum dalam kontribusi penurunan emisi lokal, yang disebut sebagai Local Determined Contribution (LDC) dari IKN.

Kepala Badan Otoritas IKN, Bambang Susantono, memiliki rencana untuk mengungkapkan LDC ini di Konferensi Perubahan Iklim PBB yang diselenggarakan dalam COP 28 di Dubai, Uni Emirat Arab, yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini.

Untuk lebih merinci, isi dari LDC ini akan mencakup rencana dan strategi IKN dalam mencapai target penurunan emisi guna melawan perubahan iklim.

Baca Juga: 5 Infrastruktur Keren Yang Bakal Ada Di IKN Nusantara

"Kami akan menjadi yang pertama di Indonesia dan salah satu ibu kota pertama di dunia yang meluncurkan LDC, karena nggak gampang punya komitmen terkait perubahan iklim," kata Bambang dalam acara Katadata Sustainability Action for The Future Economy Forum 2023 pada Selasa (26/9/2023).

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Bambang menyatakan bahwa IKN telah membangun fasilitas untuk pembiakan pohon yang terletak di sekitar IKN. Kapasitas produksi bibit pohon di fasilitas ini mencapai 15 juta pohon per tahun.

Selain itu, mereka juga memiliki rencana untuk menerbitkan obligasi iklim sekitar tahun 2027.

Saat ini Bambang telah membentuk Komite Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (ESG) di IKN Nusantara.

Baca Juga: Profil Aguan Sugianto, Konglomerat Ketua Konsorsium Proyek IKN Nusantara

Salah satu persyaratan untuk menerbitkan obligasi iklim adalah mematuhi prinsip-prinsip ESG.

Jenis-jenis obligasi iklim yang beragam, termasuk obligasi hijau dan biru, akan berkaitan dengan berbagai aspek, seperti pemberdayaan perempuan dan dampak perubahan iklim, seperti yang diungkapkan oleh Bambang.

Bambang memastikan, IKN Nusantara bisa menjadi kota nol emisi karbon pada 2030. Sebab, berdasarkan data World Research Institute, IKN dapat menjadi kota minus karbon pada 2030. 

"Hal ini karena 65 persen dari kawasan IKN merupakan hutan tropis. Seperti diketahui, total lahan kawasan IKN mencapai sekitar 250 ribu hektare. Artinya, kawasan hutan tropis di IKN adalah sekitar 150 ribu hektare," jelasnya.

Sebelumnya, Bambang mengatakan, terdapat 10 investor dalam negeri yang menggelontorkan investasi sebesar Rp20 triliun untuk membangun beragam fasilitas publik di IKN.

Sebanyak 10 investor itu adalah Agung Sedayu Group, Salim Group, Sinar Mas, Pulauintan, Adaro Group, Barito Pacific, Mulia Group, Astra Group, Kawan Lama Group dan Alfamart Group.

"Konsorsium ini beranggotakan 10 perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap terbangunnya IKN, bukan saja sebagai kota layak huni (livable city), namun juga sebagai kota yang dicintai (lovable city)," ujarnya.

Presiden Joko Widodo mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat pembangunan IKN Nusantara mendesak dilakukan. Salah satunya adalah kepadatan penduduk di Pulau Jawa.

"Penduduk Indonesia 56 persen itu berada di Pulau Jawa. Berarti, kurang lebih 149 juta ada di Jawa," ujarnya. (Ridho Hatmanto)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK