Berjasa Besar, Ini 4 Orang Asing Yang Membantu Kemerdekaan Indonesia

AKURAT.CO Secara de facto Indonesia meraih kemerdekaan pada 19 Agustus 1945.
Pada saat itu kemerdekaan tersebut tidak serta merta didapat oleh bangsa Indonesia dengan mudah. Banyak pengorbanan dan perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan.
Sejarah mencatat, untuk meraih kemerdekaannya, bangsa Indonesia juga terbantu dengan peran beberapa orang asing yang membelot negaranya sebagai penjajah pada saat itu.
Sejarah mencatat, terdapat sejumlah orang asing yang membelot negaranya untuk membantu Indonesia meraih kemerdekaan. Beralasan hak asasi manusia mereka totalitas membantu kemerdekaan Indonesia dengan berbagai cara.
Baca Juga: Euforia Street Fashion Week Edisi Kemerdekaan Ala Gabungan Seniman Ganjar Dan CFW
Berikut orang asing yang terlibat dalam upaya kemerdekaan Indonesia.
- Laksamana Muda Tadashi Maeda
Laksamana Muda Tadashi Maeda merupakan sosok perwira tinggi Angkatan Laut Jepang yang memiliki peran penting dalam membantu meraih kemerdekaan Indonesia. Terdapat sebuah alasan mengapa dirinya memilih membelot dari negaranya yaitu Jepang untuk membantu Indonesia.
Pada 1930 Laksamana Maeda pernah menjadi seorang atase di Den Haag dan Berlin. Ketika itu, dirinya secara tidak langsung bertemu dengan beberapa pelajar Indonesia seperti M. Hatta, Achmad Soebardjo dan Nazir Pamuntjak. Pertemuan tersebut membuat Laksamana Maeda merasa simpati dengan bangsa Indonesia yang dijajah oleh negaranya.
Peran Laksamana Maeda dalam kemerdekaan Indonesia dimulai dari peristiwa Rengasdengklok atau penculikan Soekarno dan Hatta oleh golongan muda sebagai respons dari dibomnya Kota Hiroshima dan Nagasaki. Dalam peristiwa tersebut Soekarno dan Hatta ditekan untuk segera mengikrarkan kemerdekaan oleh golongan muda.
Pasca-Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom, pejuang Indonesia mulai mencium ke kalahan Jepang. Peristiwa tersebut dikonfirmasi fakta oleh Laksamana Maeda. Hal ini membuat peristiwa Rengasdengklok terjadi. Akhir dari peristiwa Rengasdengklok adalah Soekarno dan Hatta mengabulkan permintaan golongan pemuda untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.
Rumah Laksamana Maeda pada saat itu menjadi tempat penyusunan teks proklamasi. Hingga saat ini teks proklamasi masih utuh keabsahannya, serta Laksamana Maeda mendapatkan Bintang Jasa Nararya.
Baca Juga: Penuh Haru! Berikut Rekomendasi Film Tentang Kemerdekaan RI
- Muriel Struart Walker
Muriel Struart Walker memiliki darah kelahiran Glasgow, Skotlandia. Dirinya datang ke Indonesia pada dasarnya bukan dari golongan penjajah atau kolonial. Muriel merupakan seorang imigran dari Glasgow yang bermigrasi ke California lalu pindah ke Bali. Alasan dirinya pindah ke Indonesia karena terinspirasi oleh film yang berjudul Bali: The Last Paradise.
Selain itu, Muriel merupakan seorang penyiar radio dan menjadi cikal bakal terbentuknya saluran radio pertama yang dimiliki Indonesia.
Perlu diingat dalam sejarah perjuangan, salah satu pejuang Indonesia yaitu Bung Tomo pernah menyiarkan genderang semangat perjuangan untuk bangsa Indonesia melalui radio. Orang yang menyiapkan siaran tersebut yang berperan di balik layar adalah Murieal Struart Walker. Perannya membantu meraih kemerdekaan memiliki dampak yang bisa dirasakan hingga saat ini.
- Ichiki Tatsuo
Sama seperti Laksamana Maeda, Ichiki Tatsuo juga membelot negaranya untuk membantu Indonesia meraih kemerdekaan. Tatsuo atau Abdul Rachman dalam nama Indonesia, merasa kecewa dengan Jepang karena telah mengkhianati Indonesia atas perjanjian kemerdekaan yang akan diberikan.
Kekecewaan tersebut menjadi awal perjuangannya di sisi bangsa Indonesia. Perannya dalam membantu Indonesia antara lain:
- Bergabung dalam Pembela Tanah Air (PETA) di Divisi Pendidikan sebagai penasihat
- Memimpin Pasukan Gerilya Istimewa di Semeru, Jawa Timur
Seluruh anggota dari pasukan ini adalah tentara Jepang yang memiliki rasa simpati dengan bangsa Indonesia.
Perjuangan Tatsuo berakhir pada 9 Januari 1949 di Desa Dampit, Malang, karena tertembak oleh pasukan Belanda.
- Tomegoro Yoshizumi
Tomegoro Yoshizumi pada awal pendudukan Jepang di Indonesia berperan sebagai wartawan dan mata-mata Jepang. Posisi tersebut tentu sangat penting bagi Jepang dalam penaklukkan Indonesia.
Namun siapa sangka, posisi dirinya yang seharusnya menguntungkan Jepang malah berbalik. Yoshizumi memilih membelot dan memberikan hidupnya untuk Indonesia. Bahkan ia juga dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Blitar, Jawa Timur.
Pada dasarnya kemerdekaan Indonesia tidak hanya miliki Bangsa Indonesia saja melainkan milik semua orang yang berperan penting dalam meraihnya. (Sastra Yudha Muhidin)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








