Mengenal Lebih Jauh Fenomena Alam El Nino

AKURAT.CO El Nino adalah salah satu fenomena alam yang terjadi secara periodik di Samudra Pasifik. Ini terkait erat dengan fluktuasi suhu permukaan laut dan pola angin di daerah tersebut.
Ketika terjadi El Nino, suhu permukaan laut di sekitar kawasan tengah dan timur Samudra Pasifik mengalami kenaikan signifikan, yang dapat berlangsung selama beberapa bulan.
Baca Juga: BNPB Imbau Antisipasi Dampak El Nino
Apa Itu El Nino?
El Niño adalah bagian dari fenomena lebih besar yang dikenal sebagai ENSO (El Niño-Southern Oscillation). ENSO adalah fluktuasi alami dalam suhu permukaan laut di kawasan tengah dan timur Samudra Pasifik. El Niño adalah fase positif dari ENSO, yang terjadi ketika suhu permukaan laut di kawasan tersebut menjadi lebih hangat dari biasanya. Fenomena sebaliknya, ketika suhu permukaan laut menjadi lebih dingin disebut La Niña.
Bagaimana El Nino Terbentuk?
El Niño terbentuk ketika angin-angin perdana di Samudra Pasifik berkurang intensitasnya atau bahkan berbalik arah. Biasanya, angin-angin ini menghasilkan pemadatan air hangat di sekitar Indonesia dan Australia utara, sementara air lebih dingin tetap di lepas pantai Amerika Selatan. Ketika angin-angin ini melemah, panas yang disimpan dalam air laut mulai bergerak ke arah Amerika Selatan mengakibatkan peningkatan suhu permukaan laut di wilayah tersebut.
Baca Juga: Antisipasi El Nino, Bulog Sudah Impor Beras 1,6 Juta Ton
Dampak El Nino
Dikutip dari beberapa sumber, Selasa (19/9/2023), El Nino memiliki dampak yang luas dan kompleks di seluruh dunia:
1. Perubahan iklim
- Hujan dan kekeringan ekstrem: El Nino dapat mengakibatkan kurangnya hujan atau kekeringan ekstrem di beberapa wilayah yang biasanya basah, seperti Australia, Amerika Selatan, dan Afrika Timur
- Banjir dan badai: Di sisi lain, El Nino juga dapat memicu banjir dan badai yang lebih parah di beberapa daerah, seperti Amerika Serikat bagian barat dan Amerika Selatan bagian utara.
2. Peningkatan suhu dan pemanasan global
El Niño dapat meningkatkan suhu global karena pelepasan panas yang disimpan dalam Samudra Pasifik ke atmosfer. Ini berkontribusi pada pemanasan global secara keseluruhan.
3. Gangguan ekosistem laut
Perubahan suhu laut da[at mengganggu ekosistem laut dan menggeser pola migrasi ikan, yang dapat berdampak pada industri perikanan
4. Kerugian pada pertanian
Kekeringan yang disebabkan El Nino dapat merusak tanaman dan mengganggu produksi pangan di berbagai wilayah. Ini tentu dapat mengakibatkan kenaikan harga makanan.
5. Kerugian ekonomi
Dampak ekonomi dari El Nino dapat sangat besar, termasuk kerugian dalam sector pertanian, perikanan, energi, dan industri lainnya.
6. Ancaman kesehatan
El Nino dapat meningkatkan risiko penyakit seperti malaria dan demam karena menciptakan kondisi yang lebih hangat dan lembap yang mendukung perkembangbiakan nyamuk pembawa penyakit.
Penting untuk diingat bahwa El Nino adalah bagian dari sirkulasi iklim alamiah yang kompleks dan berdampak berbeda-beda di berbagai wilayah.
Selain El Niño, ada juga fenomena La Nina, yang merupakan kebalikan dari El Nino dan dapat menyebabkan dampak sebaliknya, seperti hujan berlebihan dan banjir.
Oleh karena itu, pemantauan dan pemahaman terhadap fenomena ini sangat penting dalam upaya mitigasi dampaknya dan perencanaan adaptasi yang lebih baik. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









