Konflik PBNU, Ponpes Cipasung Tasikmalaya Keluarkan Maklumat

AKURATT.CO Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, merilis maklumat penting di tengah memanasnya dinamika internal PBNU. Melalui maklumat bernomor 239.MLK/SEKRE/PPC/XII/2025, pada Senin 08 Desember 2025, pesantren tersebut mengajak seluruh warga NU untuk kembali kepada mekanisme musyawarah dan ketentuan AD/ART sebagai jalan penyelesaian perbedaan.
Maklumat itu menegaskan bahwa NU adalah amanah para kiai dan ulama, sehingga seluruh unsur organisasi diminta menjaga ketenangan dan menghindari tindakan yang berpotensi memperuncing situasi.
Pesantren Cipasung juga mengingatkan bahwa hubungan Syuriyah dan Tanfidziyah adalah relasi yang saling melengkapi: Syuriyah menjaga arah dan nilai organisasi, sementara Tanfidziyah menjalankan keputusan secara bertanggung jawab.
Baca Juga: 36 PWNU se-Indonesia Dukung Rapat Pleno Syuriyah Tentukan Pj Ketum PBNU
Maklumat ini dirilis tanpa menunjuk pihak tertentu, namun jelas menyasar kebutuhan mendesak akan stabilitas organisasi. Pesantren tersebut menekankan pentingnya menempuh jalan islah agar perbedaan pendapat tidak berkembang menjadi pertentangan yang berdampak pada akar rumput.
“NU merupakan amanah para kiai, ulama, dan santri,” demikian salah satu inti seruan yang tertuang dalam maklumat itu, yang menegaskan bahwa dinamika internal tidak boleh mengganggu pelayanan organisasi terhadap umat—termasuk pada situasi bencana di berbagai wilayah.
Cipasung selama ini dikenal sebagai pesantren yang aktif memberikan pandangan moral terhadap dinamika NU. Pada banyak periode, pesantren ini mendorong penyelesaian persoalan melalui jalur mekanisme organisasi, bukan melalui ketegangan terbuka atau perdebatan yang memperkeruh suasana.
Maklumat terbaru ini muncul di tengah meningkatnya tensi antara unsur Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU dalam beberapa pekan terakhir. Seruan dari Cipasung dipandang sebagai upaya menahan eskalasi dan mengembalikan fokus jam’iyah pada maslahat umat.
Baca Juga: Prihatin dengan Konflik PBNU, Gus Nadir: Marwah NU Ada di Tangan Rais Aam
Dengan nada sejuk dan menahan diri, maklumat tersebut menjadi suara penting yang mendorong NU kembali menemukan ritme musyawarah yang telah diwariskan para pendiri jam’iyah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










