Akurat

Komisi XIII DPR Desak Imigrasi Tingkatkan Transparansi Proses SDUWHV

Rahmat Ghafur | 25 November 2025, 19:57 WIB
Komisi XIII DPR Desak Imigrasi Tingkatkan Transparansi Proses SDUWHV

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Dewi Asmara, memastikan bahwa persoalan terkait Surat Dukungan Utama Working and Holiday Visa (SDUWHV) bukan sekadar urusan teknis biasa, melainkan menyangkut rasa keadilan generasi muda yang tengah memperjuangkan haknya.

Dia menyoroti banyak peserta aksi mengeluhkan kurangnya transparansi, terutama karena seluruh proses komunikasi dilakukan secara digital dan satu arah.

Hal ini membuat mereka tidak memiliki ruang untuk bertanya atau mengonfirmasi kendala teknis yang muncul saat pendaftaran.

Baca Juga: Marak Penculikan Anak, DPR Desak Polisi Lebih Cepat Tanggap dan Terukur

Dewi mencontohkan insiden gangguan sistem, termasuk perubahan mendadak jadwal dan kebijakan seperti pembukaan sistem yang bertepatan dengan waktu Salat Jumat.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada peserta, terutama mereka yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengakses layanan internet.

"Jadi, memang kalau sudah sampai di DPR, ketika sudah sampai di Komisi XIII, maka ini bukan business as usual lagi. Tapi betul-betul terjadi permasalahan yang dianggap oleh adik-adik yang mewakili sebagian generasi muda anak bangsa ini merasa perlu mendapatkan penjelasan apa yang menjadi persoalan mereka, paling tidak kekhawatirannya," jelas Dewi dalam RDP dan RDPU Dirjen Imigrasi, Ombudsman RI serta perwakilan pendemo SDUWHV di Gedung Nusantara II, Jakarta, pada Senin (24/11/2025).

Dia juga menyoroti perubahan nilai skor dan nominal biaya yang terjadi pada hari pendaftaran.

Baca Juga: DPR Bentuk Panja RUU Penyesuaian Pidana, Pembahasan Dikebut hingga Desember

Dewi menganggap perubahan mendadak ini sangat merugikan, terutama bagi peserta dari daerah yang harus menyiapkan biaya lebih besar.

"Perbedaan lebih dari lima juta itu bukan hal kecil. Bagi putra-putra daerah, bisa jadi mereka harus jual sapi dan sebagainya," ujarnya.

Menurut Dewi, setiap penyelenggaraan seharusnya memiliki pengumuman persyaratan yang tetap dan tidak boleh diubah saat proses berlangsung.

Baca Juga: DPR Kritik Rencana ID Food Gadaikan Aset untuk Pinjaman Bank

Politisi Partai Golkar itu juga mempertanyakan bagaimana mungkin pada tanggal 17 (Oktober) siang sudah tercatat lebih dari 4.000 pendaftar. Padahal sebelumnya terjadi kendala teknis dan jeda waktu Salat Jumat.

Di hadapan perwakilan pendemo SDUWHV yang hadir, Dewi meminta pihak imigrasi memberikan penjelasan apa adanya, bukan sekadar jawaban normatif.

Dia mengingatkan bahwa jika masalah ini terus dibiarkan tanpa kejelasan, maka kepercayaan publik terhadap layanan keimigrasian bisa semakin menurun.

Baca Juga: Komisi X DPR Dorong Penanganan Kasus Perundungan Punya Bab Sendiri di RUU Sisdiknas

"Kalau ini dibiarkan tidak terjawab, mereka akan semakin seakan-akan tidak percaya pada pemerintahan ini dalam bagian keimigrasian. Ini yang perlu jadi catatan benang merah bagi kita. Tidak sekedar viral di Tiktok tapi mereka sudah menyampaikan aspirasinya secara resmi sehingga kami berkewajiban untuk membawa aspirasi mereka juga bukan dengan laporan yang seperti pada rapat-rapat kerja biasa," Dewi menerangkan.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
W
Editor
Wahyu SK