Akurat

Apa Itu Dropshipper? Ini Cara Kerja, Keuntungan, dan Bedanya dengan Reseller

Eko Krisyanto | 28 Juni 2025, 00:00 WIB
Apa Itu Dropshipper? Ini Cara Kerja, Keuntungan, dan Bedanya dengan Reseller

AKURAT.CO Di era digital seperti sekarang, semakin banyak orang yang mencari peluang bisnis tanpa modal besar. Salah satu model bisnis yang populer adalah dropshipping, dan pelaku bisnisnya disebut sebagai dropshipper.

Tapi sebenarnya, apa itu dropshipper? Bagaimana cara kerjanya? Apa kelebihannya, dan apa bedanya dengan reseller?Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Dropshipper?

Dropshipper adalah individu yang menjalankan bisnis dengan sistem dropship, yaitu menjual produk milik pihak lain tanpa perlu menyetok barang, mengemas, atau mengirimkan produk secara langsung.

Semua urusan logistik ditangani oleh supplier atau produsen, sementara tugas utama dropshipper adalah memasarkan dan menjual produk.

Cara kerja dropshipper cukup sederhana namun efektif:

  • Memasarkan Produk: Dropshipper memilih produk dari supplier dan mempromosikannya melalui media sosial, marketplace, atau toko online pribadi.
  • Menerima Pesanan dari Konsumen: Konsumen melakukan pemesanan dan membayar kepada dropshipper dengan harga yang telah ditentukan (biasanya lebih tinggi dari harga supplier).

     

  • Meneruskan Pesanan ke Supplier: Dropshipper kemudian membayar harga produk kepada supplier dan mengirimkan detail pesanan konsumen.

  • Supplier Mengirim Barang ke Konsumen: Barang dikirim langsung oleh supplier ke alamat konsumen, namun atas nama dropshipper—jadi pembeli tetap mengira dropshipper-lah yang mengirimkan barang.

Berikut beberapa alasan kenapa banyak orang memilih menjadi dropshipper:

  • Modal Kecil atau Tanpa Modal
    Tidak perlu menyetok barang, sehingga risiko keuangan sangat rendah.

  • Minim Risiko Kerugian
    Tidak ada barang yang menumpuk atau kadaluarsa.

  • Fleksibel
    Bisa dijalankan dari mana saja, cukup bermodalkan ponsel dan koneksi internet.

  • Cocok untuk Pemula
    Model bisnis ini mudah dipelajari dan tidak membutuhkan pengalaman khusus.

Namun, bisnis dropship juga punya tantangan tersendiri:

  • Keuntungan Lebih Kecil: Karena dropshipper tidak membeli dalam jumlah besar, margin keuntungan per produk biasanya lebih kecil dibanding reseller.

  • Tidak Bisa Kontrol Kualitas: Dropshipper bergantung sepenuhnya pada supplier soal kualitas barang dan ketepatan pengiriman.

  • Tetap Harus Tanggung Jawab ke Konsumen: Jika ada kesalahan dari pihak supplier, dropshipper yang akan menerima komplain dari pembeli.

Meski terlihat mirip, dropshipper dan reseller punya perbedaan penting. Berikut perbandingannya:

Perbedaan antara dropshipper dan reseller terletak pada beberapa aspek utama.

Pertama, dari sisi stok barang, dropshipper tidak perlu menyimpan stok karena seluruh proses pengiriman dilakukan langsung oleh supplier. Sementara itu, reseller harus membeli dan menyetok produk terlebih dahulu sebelum menjualnya.

Kedua, dari segi modal, dropshipper hanya memerlukan modal yang sangat kecil atau bahkan bisa memulai tanpa modal sama sekali. Sebaliknya, reseller membutuhkan modal awal untuk membeli dan menyimpan produk.

Ketiga, dalam hal pengiriman, dropshipper tidak terlibat langsung karena pengiriman dilakukan oleh supplier atas nama dropshipper.

Berbeda dengan reseller yang harus menangani pengemasan dan pengiriman produk sendiri kepada konsumen.

Terakhir, dari sisi fokus kerja, dropshipper hanya berperan dalam pemasaran dan penjualan produk. Sementara reseller harus menangani lebih banyak hal, termasuk pemasaran, pengelolaan stok, hingga proses pengiriman barang.

Jadi, dropshipping adalah pilihan cerdas bagi kamu yang ingin mulai bisnis online dengan risiko rendah dan modal minim.

Tapi pastikan kamu memahami cara kerjanya, memilih supplier terpercaya, dan siap menghadapi tantangan dalam pelayanan pelanggan.

Dengan mengetahui perbedaan antara dropshipper dan reseller, kamu bisa menentukan model bisnis mana yang paling sesuai dengan kemampuan dan gaya bisnismu.

Selamat mencoba dan semoga sukses menjalankan bisnis online-mu!

 

Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.