Memahami Sistem Ekonomi Syariah, Landasan dan Prinsipnya

AKURAT.CO Sistem ekonomi syariah adalah sebuah kerangka ekonomi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip syariat Islam. Berbeda dengan sistem konvensional, sistem ini bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat, bukan hanya berorientasi pada keuntungan materi semata.
Dengan menjauhi praktik yang dilarang, seperti riba dan spekulasi, ekonomi syariah menawarkan solusi finansial yang lebih etis dan berkelanjutan.
- Pelarangan Riba: Riba, atau bunga, dilarang karena dianggap tidak adil dan bisa menimbulkan ketidakseimbangan ekonomi.
- Pembagian Keuntungan dan Kerugian: Risiko dan keuntungan dibagi secara adil antara pihak yang bertransaksi, misalnya melalui skema bagi hasil (mudharabah).
- Pelarangan Gharar: Gharar adalah ketidakpastian atau spekulasi yang berlebihan dalam transaksi. Sistem ini memastikan setiap transaksi jelas dan transparan.
- Pelarangan Maysir: Maysir, atau perjudian, dilarang karena dapat merugikan salah satu pihak.
- Orientasi Keadilan dan Kesejahteraan Bersama: Ekonomi syariah bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga tentang keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata.
Manfaat dan Implementasi Sistem Ekonomi Syariah
Penerapan sistem ekonomi syariah tidak hanya terbatas pada perbankan. Saat ini, sistem ini telah merambah ke berbagai sektor, mulai dari asuransi (takaful), pasar modal syariah, hingga lembaga keuangan mikro syariah.
Perbankan syariah di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, bahkan di tengah tantangan ekonomi global. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari manfaat yang ditawarkan oleh sistem ini.
- Stabilitas Ekonomi: Dengan menjauhi spekulasi, sistem ini cenderung lebih stabil.
- Keadilan Sosial: Zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) menjadi instrumen penting untuk pemerataan kekayaan.
- Pertumbuhan Berkelanjutan: Investasi diarahkan pada sektor riil yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









